Media Kampung – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan rekreasi edukatif untuk TK Dharma Wanita 1 Genjeng, menanamkan karakter berbagi pada anak sejak dini.

Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 18 April 2026, dimulai pukul 06.30 WIB, dan melibatkan lebih dari tiga puluh siswa TK, para pendidik, serta wali murid yang berbusana seragam hijau dan jilbab marun.

Rombongan mengunjungi empat destinasi utama di wilayah Kediri, yaitu Taman Betet, Bronjong Wariti, Masjid Baidowi, dan Candi Tegowangi, masing‑masing dipilih untuk memberikan pengalaman belajar alam, religi, serta sejarah yang konkrit.

Mahasiswa KKN berperan sebagai fasilitator lapangan, memberikan penjelasan sederhana tentang objek kunjungan, sekaligus memastikan alur kegiatan berjalan tertib dan aman bagi anak‑anak.

“Kami berupaya menumbuhkan rasa empati dan kebersamaan melalui aktivitas berbagi di setiap titik pemberhentian,” ujar Rini, anggota tim KKN RPL UNMUH Jember, menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam pembelajaran di luar kelas.

Di Taman Betet, anak‑anak diajak berkeliling kebun buah, belajar mengenali jenis‑jenis tanaman, serta melatih motorik halus dengan menebar bibit bersama teman.

Bronjong Wariti menjadi arena permainan tradisional, di mana siswa mengasah keberanian serta kerja sama dalam melintasi jembatan kayu dan jalur alam yang menantang.

Kunungan ke Masjid Baidowi memberikan kesempatan bagi anak memahami nilai‑nilai religi, sambil memperkenalkan tata cara bersujud dan salam dalam suasana yang tenang.

Candi Tegowangi menjadi titik akhir perjalanan, memperkenalkan sejarah lokal, serta menumbuhkan rasa cinta budaya melalui cerita-cerita peninggalan masa lampau yang disampaikan secara interaktif.

Selama perjalanan, mahasiswa menggunakan kereta wisata “Kereta Tayo” yang ramah lingkungan, mengurangi jejak karbon sekaligus menambah keseruan bagi peserta kecil.

Selain belajar, anak‑anak juga dilatih mandiri dengan membawa bekal pribadi, namun tetap didorong untuk saling berbagi makanan dan perlengkapan, menciptakan atmosfer kebersamaan yang alami.

Penutup kegiatan menegaskan harapan agar program serupa dapat berkelanjutan, memperkuat jejaring sosial antara sekolah, orang tua, dan masyarakat, serta terus menumbuhkan karakter berbagi pada generasi mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.