Media Kampung – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan penerapan insentif motor listrik pada tahun 2026 sebagai upaya percepatan transisi kendaraan bermotor.

Usulan tersebut masih berada dalam tahap kajian dan akan dibahas bersama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Program insentif direncanakan mencakup sekitar enam juta unit sepeda motor listrik pada tahap awal, dengan pelaksanaan secara bertahap.

Pelaksanaan bertahap dimaksudkan untuk menguji efektivitas kebijakan sebelum diperluas ke seluruh pasar kendaraan roda dua.

Kajian awal menunjukkan besaran subsidi yang diusulkan sekitar lima juta rupiah per unit motor listrik, meski angka tersebut masih dapat berubah.

“Saya usulkan, kita kasih insentif yang baru dulu. Yang pertama itu enam juta penjualan motor, tapi tidak sekaligus,” ujar Purbaya dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Purbaya menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai jumlah motor yang disubsidi akan dipertimbangkan bersama rekan-rekan kementerian terkait.

Setelah koordinasi internal, hasil rekomendasi akan dilaporkan kembali kepada Presiden Republik Indonesia untuk memperoleh persetujuan akhir.

Kebijakan ini merupakan bagian dari rencana pemerintah mengganti seluruh sepeda motor konvensional dengan motor listrik, dengan target konversi sekitar seratus dua puluh juta unit dalam tiga hingga empat tahun ke depan.

Target ambisius tersebut selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat adopsi energi bersih dan mengurangi beban subsidi bahan bakar minyak.

Dengan mengalihkan konsumsi BBM ke listrik, pemerintah berharap dapat menurunkan defisit anggaran yang dipicu oleh subsidi bahan bakar.

Insentif sebesar lima juta rupiah per motor diperkirakan akan menurunkan harga jual motor listrik, sehingga lebih kompetitif dibandingkan motor berbahan bakar bensin.

Purbaya menambahkan bahwa program insentif akan menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem produksi dan infrastruktur pengisian listrik yang memadai.

Selanjutnya, kementerian akan menyelesaikan studi kelayakan teknis dan fiskal serta mengidentifikasi sumber pendanaan yang dapat mendukung pelaksanaan skema subsidi.

Kondisi terkini menunjukkan bahwa diskusi antar kementerian masih berlangsung, dan keputusan final diperkirakan akan diumumkan dalam beberapa minggu mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.