Media Kampung – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan Edukasi Cuci Tangan di SDN Olor 2, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Masyarakat yang berfokus pada Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk siswa sekolah dasar.

Pada hari Senin, 22 April 2026, tim KKN yang berjumlah dua belas orang tiba di sekolah dan langsung memulai sesi interaktif bersama siswa kelas IV.

Waktu pelaksanaan dipilih pada istirahat panjang agar tidak mengganggu proses belajar mengajar.

Mahasiswa menjelaskan pentingnya mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum makan serta setelah beraktivitas di luar.

Mereka juga menekankan peran kebersihan tangan dalam mencegah penyebaran penyakit menular seperti diare dan COVID‑19.

Setelah penyuluhan teoritis, siswa diajak mempraktikkan langkah-langkah mencuci tangan yang benar selama 20 detik sesuai rekomendasi WHO.

Setiap langkah ditunjukkan secara demonstratif oleh mahasiswa, kemudian siswa menirunya secara bergiliran.

Metode pembelajaran yang dipilih bersifat partisipatif, menggunakan permainan sederhana seperti kuis cepat untuk menguji pemahaman.

Hasil observasi awal menunjukkan antusiasme tinggi; sebagian besar siswa menampilkan senyum dan tawa selama sesi.

Guru kelas memberikan catatan positif, menyatakan bahwa pendekatan interaktif memudahkan anak-anak mengingat prosedur cuci tangan.

“Program ini sangat membantu menanamkan kebiasaan higienis pada siswa,” ujar Kepala Sekolah, Bapak H. Suparman, dalam pernyataan singkat.

Mahasiswa KKN juga membagikan poster edukatif berisi ilustrasi langkah-langkah cuci tangan yang akan dipajang di dinding kelas.

Poster tersebut dirancang dengan warna cerah dan bahasa yang mudah dipahami oleh anak usia enam hingga sepuluh tahun.

Selain itu, tim menyediakan sabun cair ramah kulit dan wastafel portabel untuk memastikan praktik dapat berlanjut setelah kunjungan selesai.

Selama kegiatan, mahasiswa mencatat tingkat partisipasi siswa dan mengumpulkan data observasi untuk evaluasi program selanjutnya.

Data awal menunjukkan bahwa 95% siswa mampu menyebutkan tiga manfaat utama mencuci tangan setelah sesi selesai.

Pihak sekolah berencana mengintegrasikan Edukasi Cuci Tangan ke dalam kurikulum kebersihan harian.

Kerjasama antara Unmuh Jember dan SDN Olor 2 diharapkan menjadi model bagi sekolah lain di Kabupaten Sampang.

Mahasiswa KKN RPL menyatakan komitmen untuk melakukan kunjungan lanjutan pada bulan Agustus 2026 guna memantau penerapan kebiasaan.

Program ini juga mendukung agenda nasional tentang peningkatan kesehatan anak melalui edukasi sanitasi di lingkungan sekolah.

Dalam konteks daerah yang rawan penyakit menular, upaya preventif seperti ini menjadi sangat penting.

Para mahasiswa menekankan bahwa kebiasaan cuci tangan harus dipraktekkan secara konsisten, bukan hanya pada saat kegiatan khusus.

Untuk memperkuat pesan, mereka menyarankan orang tua agar turut mengawasi dan memotivasi anak di rumah.

Kegiatan ditutup dengan pemberian sertifikat partisipasi kepada seluruh siswa yang mengikuti Edukasi Cuci Tangan.

Sertifikat tersebut diharapkan menjadi simbol komitmen pribadi siswa terhadap kebersihan diri.

Secara keseluruhan, acara berjalan lancar tanpa hambatan berarti, dan mendapat sambutan positif dari semua pihak.

Keberhasilan ini mencerminkan sinergi antara akademisi, tenaga pendidik, dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran kesehatan.

Dengan dukungan berkelanjutan, diharapkan perilaku cuci tangan yang benar akan menjadi kebiasaan sehari‑hari siswa SDN Olor 2.

Situasi terbaru menunjukkan bahwa sejak kegiatan, laporan kasus infeksi saluran pencernaan di sekolah menurun sebesar 30%.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.