Media Kampung – Aisyiyah dan UNISA Yogyakarta memperkuat SOP Kampus Aman dari Kekerasan dalam rangka menegaskan komitmen menciptakan lingkungan akademik yang bebas dari segala bentuk kekerasan. Kegiatan workshop ini dilaksanakan pada Jumat, 24 April 2026, di Ruang Sidang Lantai 7 Gedung Siti Moenjiyah, Sleman.
Program INKLUSI Pimpinan Pusat Aisyiyah bekerja sama dengan Universitas Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menyelenggarakan workshop refreshment SOP layanan pencegahan dan penanganan kekerasan di perguruan tinggi. Acara tersebut dihadiri oleh dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan mahasiswa dari berbagai program studi.
Rektor III UNISA Yogyakarta, Prof. Dr. Mufdlilah, membuka acara dengan menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk menyediakan lingkungan yang aman bagi seluruh civitas akademika. “Kita harus memastikan bahwa setiap sinyal ancaman ditangani secara cepat dan tepat,” ujarnya dalam sambutan.
Workshop ini juga meninjau data nasional yang menunjukkan peningkatan kasus kekerasan seksual dan fisik di lingkungan kampus selama lima tahun terakhir. Statistik Kementerian Pendidikan menyebutkan kenaikan 12 persen kasus yang dilaporkan pada tahun 2025 dibandingkan tahun 2024.
UNISA Yogyakarta menanggapi data tersebut dengan menambah kapasitas unit layanan konseling, melatih petugas keamanan kampus, serta memperkuat kerja sama dengan lembaga pendukung eksternal seperti Lembaga Perlindungan Anak. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menurunkan angka kejadian secara signifikan.
Aisyiyah memberikan kontribusi berupa materi pelatihan berbasis nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan, serta menyediakan modul e‑learning untuk penyuluhan daring. Pendekatan holistik ini dimaksudkan agar seluruh komponen kampus memahami peran masing‑masing dalam menjaga keamanan.
Selama workshop, peserta diberikan simulasi penanganan kasus kekerasan, mulai dari penerimaan laporan, verifikasi, hingga tindakan perlindungan korban. Simulasi tersebut dipandu oleh tim ahli hukum dan psikologi yang berpengalaman.
Hasil diskusi menghasilkan penyesuaian SOP, termasuk penambahan jalur pelaporan anonim, waktu respons maksimal 24 jam, dan prosedur rehabilitasi bagi pelaku serta korban. SOP yang telah direvisi akan diimplementasikan pada semester berikutnya.
UNISA Yogyakarta berkomitmen melakukan evaluasi berkala terhadap efektivitas SOP Kampus Aman, dengan melibatkan auditor internal dan eksternal. Laporan evaluasi pertama dijadwalkan selesai pada akhir tahun akademik 2026.
Dengan pelaksanaan workshop ini, Aisyiyah dan UNISA Yogyakarta menegaskan bahwa kampus yang aman bukan sekadar slogan, melainkan prioritas yang diintegrasikan dalam kebijakan operasional sehari‑hari. Kondisi terbaru menunjukkan kesiapan infrastruktur pelaporan telah siap dan tim respons sudah dilatih secara menyeluruh.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan