Media Kampung – Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember mengadakan edukasi pemilahan sampah di PAUD Widuri, Desa Tapaan, Kecamatan Banyuates pada Jumat, 17 April 2026, untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini.

Acara dimulai pukul 06.00 WIB sebelum proses belajar mengajar resmi, melibatkan 30 anak usia dini beserta para ibu mereka dan dibantu oleh lima mahasiswa KKN.

Para peserta diajak mengenali perbedaan sampah organik dan anorganik melalui permainan interaktif yang menggunakan tempat sampah berwarna merah, hijau, dan biru.

Guru PAUD Widuri menjelaskan bahwa metode visual ini mempermudah anak memahami kategori sampah tanpa harus membaca teks yang rumit.

“Anak-anak sangat antusias ketika melihat warna-warna tempat sampah, mereka dengan cepat mengidentifikasi mana yang harus masuk ke masing‑masing bin,” ujar Ibu Siti Nurhayati, guru PAUD Widuri.

Seorang mahasiswa KKN, Ahmad Rizki, menambahkan, “Kami berharap pengalaman langsung ini akan menjadi kebiasaan yang terbawa ke rumah dan lingkungan sekitar.”

Kegiatan juga melibatkan para ibu yang diberikan materi singkat tentang pentingnya memisahkan sampah di rumah, sehingga edukasi tidak terbatas pada lingkungan sekolah.

Penguatan perilaku ramah lingkungan sejak dini dianggap penting karena dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke TPS dan meningkatkan daur ulang di tingkat kelurahan.

Program edukasi ini selaras dengan kurikulum Pendidikan Lingkungan Hidup yang diwajibkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Jember.

Setiap tempat sampah dilengkapi label gambar buah, sayur, plastik, dan kertas untuk memudahkan anak mengasosiasikan sampah dengan sumbernya.

Anak-anak terlihat bersemangat saat mempraktikkan cara membuang sampah ke tempat yang tepat, bahkan ada yang membantu temannya yang belum yakin.

Mahasiswa KKN berencana mengadakan sesi lanjutan pada bulan Mei dengan fokus pada kompos organik untuk memperluas pengetahuan praktis.

Di Jember, masalah pengelolaan sampah masih menjadi tantangan, terutama pada daerah pedesaan yang belum memiliki fasilitas daur ulang yang memadai.

Unmuh Jember memberikan dukungan logistik berupa perlengkapan edukasi dan transportasi, sekaligus memantau dampak program melalui survei kepuasan peserta.

Hasil awal menunjukkan peningkatan pemahaman anak tentang sampah sebesar 70% dibandingkan sebelum program dimulai.

Kepala PAUD Widuri, Bapak Hadi, menyatakan, “Kerjasama dengan mahasiswa KKN memberi nilai tambah bagi pendidikan kami dan memperkuat budaya bersih di desa kami.”

Dengan demikian, kegiatan sederhana ini diharapkan menjadi contoh bagi sekolah lain di Kabupaten Jember untuk mengintegrasikan edukasi lingkungan dalam kegiatan rutin.

Hingga hari ini, PAUD Widuri melaporkan bahwa anak-anak terus mempraktikkan pemilahan sampah secara mandiri dan mengajak anggota keluarga untuk mengikuti jejak mereka.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.