Media Kampung – 17 April 2026 | Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi ditetapkan sebagai mitra strategis UNESCO dalam program Sustainable Water Ecosystem, menjadikannya sorotan utama pada tahun 2026.

Penetapan tersebut diberikan melalui status UNESCO Chair and Host Institution, yang menempatkan UMM pada posisi strategis untuk mengarahkan riset dan kebijakan air berkelanjutan secara global.

UMM menjadi satu dari hanya tiga perguruan tinggi di Indonesia yang memperoleh status serupa, menegaskan keunggulan institusional dalam bidang lingkungan dan teknologi air.

Rektor UMM, Prof. Dr. H. Ahmad Fauzi, M.A., menyatakan, ‘Pengakuan UNESCO ini merupakan bukti komitmen kami dalam mengatasi tantangan krisis air melalui inovasi ilmiah dan kolaborasi lintas sektor.’

UNESCO Chair bertujuan memperkuat kapasitas akademik, meningkatkan transfer teknologi, serta memfasilitasi dialog internasional tentang konservasi sumber daya air.

Di UMM, laboratorium penelitian air telah meluncurkan lima proyek utama, meliputi pemantauan kualitas sungai, pengembangan biofilter, serta model prediksi banjir berbasis AI.

Kerjasama dengan Pemerintah Kota Malang, Dinas Lingkungan Hidup, serta organisasi non‑profit lokal memungkinkan penerapan hasil riset langsung ke masyarakat, termasuk program edukasi warga tentang penggunaan air efisien.

Mahasiswa kini terlibat aktif dalam proyek lapangan, memperoleh kredit akademik sekaligus pengalaman praktis, yang diharapkan meningkatkan kesiapan mereka menjadi profesional bidang kelautan dan lingkungan.

Pencapaian ini selaras dengan agenda nasional Indonesia untuk mencapai Sustainable Development Goal nomor 6, yakni memastikan ketersediaan air bersih dan sanitasi bagi semua.

Ke depan, UMM berencana memperluas jaringan kerjasama internasional, menyelenggarakan konferensi tahunan UNESCO Chair, serta meluncurkan beasiswa khusus bagi peneliti muda yang fokus pada inovasi pengelolaan air berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.