Media Kampung – Perdamaian Timur Tengah memerlukan peran semua pihak, termasuk Muhammadiyah, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral dalam mengatasi konflik yang berkepanjangan.

Dalam Pengajian PP Muhammadiyah yang digelar pada Jumat malam 24 April 2026 di Aula Pusat, Ketua Pimpinan Pusat Syafiq A Mughni menyampaikan pandangannya mengenai peran ormas keagamaan.

Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki keterbatasan dalam menengahi perang yang terjadi di wilayah Gaza, Suriah, dan Yaman.

Oleh karena itu, ia mengajak lembaga internasional, pemerintah, serta organisasi kemanusiaan untuk bersinergi.

“Kita tidak dapat menyelesaikan konflik sendirian; kerjasama lintas sektoral menjadi keharusan,” ujar Syafiq A Mughni dalam sambutannya.

Angka kematian sipil sejak 2023 mencapai lebih dari 30.000 jiwa, dengan mayoritas korban adalah anak-anak dan perempuan.

Muhammadiyah telah menyalurkan bantuan medis, makanan, dan pendidikan kepada ribuan pengungsi melalui jaringan lembaga sosialnya.

Namun, cakupan bantuan tersebut masih terbatas bila dibandingkan dengan skala krisis yang meluas.

Syafiq menambahkan bahwa peran ormas keagamaan dapat lebih optimal bila didukung kebijakan pemerintah yang memfasilitasi akses bantuan ke daerah konflik.

Ia menyoroti pentingnya perjanjian gencatan senjata yang dapat membuka ruang dialog antara pihak-pihak yang berkonflik.

Pada saat yang sama, ia menolak setiap bentuk intervensi militer yang dapat memperparah penderitaan warga sipil.

Pengajian tersebut juga dihadiri perwakilan Kementerian Luar Negeri, organisasi non‑pemerintah, dan tokoh akademisi.

Mereka sepakat bahwa penyelesaian damai harus berlandaskan keadilan, hak asasi manusia, serta kepastian hukum internasional.

Dalam konteks regional, negara-negara Arab seperti Qatar, Saudi, dan Uni Emirat Arab diharapkan dapat memediasi proses perdamaian.

Sementara itu, komunitas internasional, termasuk PBB dan Uni Eropa, diminta memperkuat sanksi terhadap pelanggar hak asasi manusia.

Syafiq menekankan perlunya mekanisme pemantauan independen untuk memastikan implementasi kesepakatan damai.

Ia juga mengingatkan pentingnya pendidikan damai bagi generasi muda di wilayah yang terdampak.

Upaya ini, menurutnya, dapat mencegah terulangnya siklus kekerasan di masa depan.

Pengajian berakhir dengan doa bersama untuk keselamatan seluruh warga Timur Tengah.

Syafiq menutup acara dengan harapan bahwa semua pihak akan menanggapi seruan damai dengan kesungguhan.

Hingga kini, proses perdamaian masih menghadapi tantangan diplomatik yang kompleks.

Beberapa negosiasi bilateral antara Israel dan Palestina masih terhenti karena isu perbatasan dan status Yerusalem.

Di sisi lain, kelompok bersenjata di Suriah terus melancarkan serangan sporadis di wilayah timur negara tersebut.

PBB memperkirakan bahwa kebutuhan bantuan kemanusiaan di wilayah konflik akan terus meningkat selama dua tahun ke depan.

Muhammadiyah berkomitmen untuk memperluas jaringan bantuan dan mengoptimalkan peranannya sebagai mediator moral.

Organisasi tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam upaya solidaritas internasional.

Dengan dukungan luas, diharapkan perdamaian Timur Tengah dapat terwujud lebih cepat dan berkelanjutan.

Kondisi terbaru menunjukkan bahwa meski pertempuran masih terjadi, terdapat inisiatif dialog baru yang diinisiasi oleh beberapa negara Arab.

Semua pihak diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk mencapai kesepakatan damai yang adil.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.