Media Kampung – Ribuan siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Kediri melaksanakan Tes Kompetensi Akademik secara bertahap hingga akhir April 2026.
Jumlah peserta mencapai 15.700 siswa yang tersebar di 635 SD, dan pelaksanaan dimulai pada Senin 20 April 2026.
Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik dibagi menjadi empat gelombang; gelombang pertama berlangsung 20‑21 April, gelombang kedua pada 23‑24 April, gelombang ketiga pada 26‑27 April, dan gelombang keempat pada 29‑30 April.
Kepala Dinas Pendidikan Kediri, Mokhamat Muhsin, menjelaskan bahwa pembagian gelombang bertujuan menyesuaikan kesiapan sarana dan prasarana masing‑masing sekolah.
Ia menegaskan bahwa hasil Tes Kompetensi Akademik tidak menjadi satu‑satunya penentu kelulusan; kelulusan tetap ditentukan oleh satuan pendidikan masing‑masing.
Namun, nilai Tes Kompetensi Akademik akan menjadi bagian penting dalam seleksi masuk jenjang berikutnya melalui jalur prestasi, dengan proporsi 60% nilai akademik dan 40% nilai non‑akademik.
Nilai akademik sendiri merupakan kombinasi 70% nilai Tes Kompetensi Akademik dan 30% nilai rapor, sedangkan nilai non‑akademik meliputi prestasi olahraga, seni, dan bidang lainnya.
Pelaksana Tugas Kepala SDN Gampengrejo, Wibisono, menyatakan bahwa pelaksanaan di sekolahnya berjalan lancar berkat pemanfaatan laptop inventaris dan perangkat milik guru.
Ia menambahkan bahwa jaringan cadangan melalui tethering telah disiapkan untuk mengantisipasi gangguan Wi‑Fi selama ujian.
Di SDN Gampengrejo, sebanyak 18 siswa kelas enam mengikuti Tes Kompetensi Akademik selama dua hari dengan dua sesi tiap harinya.
Meski sempat terjadi gangguan pada salah satu perangkat, teknisi segera memperbaikinya sehingga tidak menghambat proses ujian.
Sekolah juga memberikan pembekalan berupa gladi bersih dan motivasi agar peserta dapat mengerjakan soal dengan tenang.
Mokhamat Muhsin mengimbau siswa untuk mengikuti Tes Kompetensi Akademik dengan serius namun tetap rileks, serta meminta orang tua memberikan dukungan moral.
Ia menekankan pentingnya integritas bagi seluruh petugas, proktor, pengawas, dan teknisi selama pelaksanaan ujian.
Secara keseluruhan, pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik di Kediri menunjukkan kesiapan infrastruktur digital yang memadai.
Penggunaan perangkat keras sekolah serta jaringan cadangan terbukti meningkatkan kelancaran proses evaluasi berbasis komputer.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi contoh bagi kabupaten lain dalam mengimplementasikan ujian digital pada tingkat dasar.
Pihak Dinas Pendidikan berencana mengevaluasi hasil ujian dan mengoptimalkan sistem bagi gelombang berikutnya serta jenjang pendidikan menengah.
Saat ini, semua gelombang masih berlangsung dan belum ada laporan signifikan mengenai hambatan teknis yang mengganggu keseluruhan proses.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan