Media Kampung – Seratus persen hampir seluruh siswa Sekolah Dasar (SD) di Jawa Timur mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA) secara serentak, dengan tingkat partisipasi mencapai 99,5 persen.
Ujian dimulai pada 20 April 2026 dan berlangsung hingga 30 April 2026, melibatkan 408.901 peserta dari total 410.959 terdaftar.
Pelaksanaan dibagi menjadi empat gelombang untuk memberi fleksibilitas kepada sekolah dalam menyesuaikan sarana dan prasarana, sesuai Surat Edaran Kepala BSKAP Kemendikdasmen Nomor 0505/2026.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyatakan bahwa Dinas terus mengawal kelancaran teknis di seluruh wilayah dan memastikan setiap sekolah dapat mengatur jadwal secara mandiri.
Aries menekankan pentingnya fleksibilitas agar semua satuan pendidikan dapat menyesuaikan kesiapan masing‑masing tanpa mengorbankan kualitas asesmen.
Data menunjukkan partisipasi 99,5 persen, dengan 408.901 siswa hadir dibandingkan 410.959 yang terdaftar, menandakan hampir semua murid mendapatkan kesempatan mengikuti asesmen nasional.
Aries menilai angka tersebut mencerminkan komitmen kuat dari sekolah, guru, dan orang tua dalam mendukung proses evaluasi pendidikan.
Hasil TKA nantinya akan menjadi dasar pemetaan perbaikan sistem pembelajaran di Jawa Timur, memberikan landasan data yang kuat bagi pembuat kebijakan.
Dari total 18.903 SD di provinsi ini, 18.748 sekolah atau 99,18 persen berpartisipasi aktif, sementara hanya 155 sekolah yang belum melaksanakan ujian tahun ini.
Materi ujian berfokus pada dua kompetensi dasar: hari pertama menguji Matematika dan Numerasi, sedangkan hari kedua menilai Bahasa Indonesia dan Literasi.
Setiap gelombang mengadakan empat sesi ujian per hari, dan Dinas menyiagakan posko khusus untuk memantau kendala teknis serta menjaga transparansi nilai.
Aries menegaskan bahwa pelaksanaan TKA dijalankan secara tertib, transparan, dan akuntabel, dengan pengawasan intensif di seluruh lokasi.
Evaluasi berkala dilakukan selama sepuluh hari pelaksanaan untuk memastikan kualitas proses dan mengidentifikasi perbaikan yang diperlukan.
Hasil akhir TKA akan menjadi pijakan utama dalam penyusunan kebijakan peningkatan kualitas pembelajaran di Jawa Timur ke depan.
Saat ini, semua data hasil ujian sedang dalam proses verifikasi, dan Dinas Pendidikan menyiapkan laporan akhir untuk disampaikan kepada pemerintah daerah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan