Media Kampung – 18 April 2026 | Politeknik Negeri Jember (Polije) meraih empat penghargaan prestisius dari KPPN Jember atas kinerja pengelolaan anggaran semester II tahun 2025, menegaskan posisinya sebagai satuan kerja teladan di wilayah Jember.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Umum Polije, Yossi Wibisono, pada acara seremonial yang dihadiri oleh pejabat KPPN setempat.

Polije berhasil menempati peringkat pertama pada kategori Pengajuan SPM Gaji Induk serta Implementasi Digipay Terbaik, mencerminkan kepatuhan tinggi terhadap prosedur keuangan.

Selain itu, institusi ini memperoleh peringkat kedua dalam kategori Kinerja Pengesahan Pendapatan dan Belanja Satker BLU, menunjukkan akurasi dalam pencatatan penerimaan dan pengeluaran.

Prestasi ketiga diraih pada kategori Kinerja Penyampaian LPJ Bendahara Terbaik, menandakan laporan keuangan yang tepat waktu dan transparan.

Yossi Wibisono menyampaikan, “Penghargaan ini memotivasi kami untuk terus meningkatkan standar pengelolaan keuangan negara dan menegaskan komitmen kami terhadap akuntabilitas.”

Ia menambahkan bahwa tim keuangan Polije telah bekerja dengan disiplin ketat, menjadikan proses anggaran lebih efisien dan bebas dari penyimpangan.

Kepala KPPN Jember, Teguh Irwono, menyerahkan piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas integritas dan profesionalisme Polije dalam mengelola dana publik.

Seremonial tersebut berlangsung pada hari Jumat, 17 April 2026, di kampus Polije, Jember, dan dihadiri oleh perwakilan mahasiswa serta dosen.

Penghargaan ini tidak hanya mengukuhkan reputasi Polije, tetapi juga memberikan contoh praktik terbaik bagi institusi pendidikan tinggi lain di Indonesia.

Data resmi menunjukkan bahwa Polije berhasil menurunkan tingkat penyimpangan anggaran sebesar 12% dibandingkan semester sebelumnya.

Implementasi sistem Digipay yang terintegrasi mempermudah proses pembayaran gaji dan belanja operasional, mengurangi waktu proses hingga 30%.

Pengajuan SPM Gaji Induk yang tepat waktu membantu memastikan pembayaran gaji dosen dan staff tanpa penundaan, meningkatkan kepuasan internal.

Tim akuntansi Polije juga mengadopsi teknologi audit internal berbasis data, yang memperkuat deteksi dini atas potensi irregularitas.

Dalam konteks regional, prestasi Polije memberikan dampak positif terhadap citra pemerintah daerah Jember dalam mengelola keuangan publik.

Penghargaan ini diharapkan menjadi pemicu kompetisi sehat antar lembaga pendidikan di Jawa Timur untuk meningkatkan transparansi keuangan.

Pihak Polije berkomitmen melanjutkan program pelatihan berkelanjutan bagi staf keuangan, guna mempertahankan standar tinggi yang telah diraih.

Secara keseluruhan, empat penghargaan KPPN Jember menegaskan bahwa Polije telah berhasil mengintegrasikan prinsip akuntabilitas, efisiensi, dan inovasi dalam pengelolaan anggaran.

Kondisi terbaru menunjukkan Polije sedang menyiapkan proposal untuk memperoleh sertifikasi ISO 37001, yang akan memperkuat sistem anti‑korupsi internalnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.