Media Kampung – 15 April 2026 | Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, meresmikan SMA Saintek Ahmad Dahlan Salatiga pada April 2026, menegaskan komitmen organisasi dalam memperkuat pendidikan berbasis sains dan karakter di Jawa Tengah. Acara tersebut menandai hadirnya satuan pendidikan baru yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pembentukan moral yang kuat.

Upacara pembukaan berlangsung di halaman utama SMA Saintek Ahmad Dahlan, Salatiga, yang dihadiri perwakilan 17 satuan pendidikan dari berbagai jenjang di kota tersebut. Kehadiran tokoh‑tokoh pendidikan lokal menambah signifikansi peluncuran institusi ini.

Abdul Mu’ti, yang menjabat sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menyampaikan visi institusi bahwa generasi muda harus menguasai kompetensi sains sekaligus memiliki karakter islami yang tangguh. Ia menekankan bahwa sinergi antara ilmu pengetahuan dan nilai moral menjadi landasan utama kurikulum sekolah.

Sejumlah kepala sekolah, guru, dan perwakilan yayasan turut memberikan dukungan moral dan teknis untuk memastikan keberhasilan program pendidikan ini. Mereka menegaskan pentingnya kolaborasi antar lembaga dalam menciptakan lingkungan belajar yang inovatif.

SMA Saintek Ahmad Dahlan dirancang dengan kurikulum berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) yang dipadukan dengan pendidikan karakter Muhammadiyah. Pendekatan tersebut diharapkan menghasilkan lulusan yang siap bersaing di era digital sekaligus berpegang pada nilai-nilai keagamaan.

Fasilitas sekolah meliputi laboratorium kimia, fisika, dan biologi lengkap, ruang kelas berteknologi interaktif, serta area kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan soft skill. Semua sarana tersebut telah disiapkan untuk mendukung proses pembelajaran aktif dan eksperimen.

Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti mengutip pepatah “Ilmu tanpa akhlak ibarat kapal tanpa nahkoda”, menegaskan perlunya keseimbangan antara pengetahuan dan moralitas. Ia menambahkan bahwa SMA Saintek Ahmad Dahlan menjadi contoh konkret implementasi filosofi tersebut di Salatiga.

Kepala Sekolah SMA Saintek Ahmad Dahlan, Dr. H. Ahmad Fauzi, menyatakan bahwa tenaga pengajar telah mengikuti pelatihan metodologi STEM berstandar internasional. Ia menambahkan bahwa program pembelajaran akan terus dievaluasi untuk meningkatkan kualitas output akademik.

Jaringan pendidikan Muhammadiyah secara nasional mengelola lebih dari 3.500 satuan pendidikan, termasuk sekolah menengah atas yang tersebar di seluruh provinsi. Keberadaan SMA Saintek Ahmad Dahlan menambah keberagaman penawaran pendidikan berbasis sains dalam jaringan tersebut.

Data Kementerian Pendidikan menunjukkan peningkatan permintaan akan sekolah berfokus STEM di wilayah Jawa Tengah selama lima tahun terakhir. SMA Saintek Ahmad Dahlan diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut.

Pemerintah Kota Salatiga memberikan dukungan berupa penyediaan lahan strategis dan fasilitas publik untuk mempermudah akses siswa. Kerjasama antara pemerintah daerah dan Muhammadiyah memperkuat sinergi dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Pada tahap awal, sekolah menargetkan penerimaan 300 siswa kelas satu, dengan harapan jumlah tersebut akan bertambah seiring reputasi sekolah berkembang. Proses seleksi melibatkan tes kemampuan akademik dan wawancara karakter.

Program unggulan sekolah meliputi kompetisi robotika, lomba ilmiah tingkat provinsi, dan kegiatan pengabdian masyarakat berbasis sains. Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan rasa kepemilikan dan kontribusi sosial pada siswa.

Kerjasama dengan perusahaan teknologi lokal menyediakan beasiswa, magang, serta kunjungan industri bagi siswa yang berprestasi. Hubungan ini diharapkan memperkuat keterkaitan antara pendidikan formal dan kebutuhan pasar kerja.

Rencana jangka menengah mencakup pembangunan pusat riset khusus untuk siswa SMA, serta peluncuran program pertukaran pelajar dengan sekolah sejenis di luar negeri. Upaya ini bertujuan memperluas wawasan internasional siswa.

Saat ini, SMA Saintek Ahmad Dahlan telah resmi beroperasi dan melaksanakan pembelajaran semester pertama. Kegiatan belajar mengajar berlangsung secara intensif dengan fokus pada proyek-proyek praktis dan pengembangan karakter.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.