Media Kampung – Institut Ijen Cendekia Nusantara (ICN) resmi meluncurkan Bondowoso Digital Democracy Index (BDDI) 2026 dalam sebuah diseminasi hasil penelitian di Pendopo Ki Bagus Asra, Bondowoso. Indeks ini menjadi alat ukur pertama yang memotret kondisi demokrasi digital dan partisipasi masyarakat di Kabupaten Bondowoso. Direktur ICN, Achmad Humaidi, menegaskan bahwa data yang dihasilkan bukan sekadar angka statistik, melainkan representasi suara masyarakat yang perlu didengar dalam penyusunan kebijakan publik.
Penelitian yang melibatkan sejumlah lembaga strategis ini bertujuan memberikan gambaran tentang pemanfaatan ruang digital oleh masyarakat serta sejauh mana pemerintah daerah memfasilitasi ekosistem digital yang inklusif. Menurut Humaidi, temuan BDDI 2026 dapat menjadi dasar evaluasi dan rekomendasi perbaikan program yang telah berjalan. Ia menekankan pentingnya pengambilan keputusan berbasis data dan riset agar pembangunan daerah lebih partisipatif dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Humaidi menilai penguatan demokrasi digital merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah. Ruang digital yang sehat dan terbuka dapat meningkatkan partisipasi publik, transparansi, dan kualitas pelayanan pemerintah. Melalui BDDI 2026, ICN berharap hasil penelitian tidak berhenti sebagai dokumen akademik, melainkan diterjemahkan menjadi langkah konkret. Implementasi rekomendasi membutuhkan dukungan pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, media, dan masyarakat umum.
Peluncuran BDDI 2026 sekaligus menjadi upaya membangun budaya kebijakan berbasis data. Dengan demikian, pembangunan di Bondowoso diharapkan dapat berjalan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat di era digital.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan