Media Kampung – Pemerintah melalui Istana Kepresidenan membuka peluang pemanfaatan kantin sekolah sebagai dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa wacana ini merupakan bagian dari upaya perbaikan tata kelola yang tengah dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN).
Prasetyo mengatakan, penggunaan kantin sekolah menjadi salah satu alternatif skema yang sedang dipertimbangkan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program MBG. Namun, ia menegaskan bahwa hingga saat ini pemerintah belum mengambil keputusan terkait hal tersebut.
“Itu bagian dari yang sekarang proses penataan menyeluruh di Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (12/6).
Menurut Prasetyo, BGN masih melakukan kajian menyeluruh terhadap berbagai aspek teknis maupun operasional sebelum menentukan skema yang akan diterapkan. Salah satu usulan yang muncul adalah memanfaatkan kantin sekolah yang sudah beroperasi sebagai bagian dari pelaksanaan program MBG.
Skema ini dinilai dapat menjadi solusi alternatif, khususnya di daerah yang memiliki keterbatasan lahan atau belum memungkinkan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun dapur baru. Dengan memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia, pelaksanaan program diharapkan dapat berjalan lebih efisien tanpa harus selalu membangun infrastruktur baru.
“Salah satunya misalnya ada usul atau ada ide untuk melibatkan kantin-kantin sekolah. Tapi semua sedang dikaji oleh teman-teman pimpinan BGN yang baru,” pungkas Prasetyo.
Ia menambahkan, usulan pemanfaatan kantin sekolah sebagai dapur MBG masih dalam tahap pembahasan dan kajian internal BGN. Pemerintah akan melihat apakah skema tersebut tepat untuk diberlakukan di beberapa zona tertentu.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan