Media Kampung – Pemkot Malang terus menunjukkan komitmennya di bidang pendidikan dengan menyalurkan beasiswa bagi 551 pelajar dan mahasiswa tak mampu sepanjang tahun 2026. Program ini menyasar 210 pelajar SMA dan 341 mahasiswa, dengan pencairan dana dilakukan setiap tiga bulan sekali.

Kepala Bagian Kesra Sekretariat Daerah (Setda) Pemkot Malang, Achmad Sholeh, menjelaskan bahwa penyaluran tahap pertama tahun 2026 sudah direalisasikan pada tiga bulan pertama. Penerima beasiswa harus berstatus warga Kota Malang yang dibuktikan dengan kartu keluarga (KK) dan memiliki rekam jejak prestasi, baik akademik maupun nonakademik.

Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp6,3 miliar untuk menjalankan program ini pada 2026. Setiap tahun, Pemkot Malang melakukan pemutakhiran data untuk mencari anak-anak dari keluarga tidak mampu yang layak menerima bantuan pendidikan.

Kewenangan program ini hanya untuk jenjang SMA dan perguruan tinggi, sementara untuk SD dan SMP menjadi wewenang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang. Besaran beasiswa untuk pelajar SMA adalah Rp440 ribu, sedangkan untuk mahasiswa Rp2 juta.

Bagi penerima yang sudah lulus, datanya akan digantikan oleh nama-nama baru. Jumlah penerima beasiswa tahun ini lebih sedikit dibandingkan periode 2025 yang mencapai 582 orang. Penurunan ini menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran setelah adanya pemangkasan anggaran transfer ke daerah (TKD) oleh pemerintah pusat.

Pada 2025, anggaran untuk 582 penerima mencapai Rp8,2 miliar. Pemangkasan TKD yang hampir Rp300 miliar lebih menyebabkan anggaran Bagian Kesra berkurang hampir Rp2 miliar, sehingga jumlah penerima beasiswa pun ikut menurun.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.