Media Kampung – Sugeng Riyanto, Ketua Komisi IV DPRD Kota Surakarta, menyatakan dukungannya terhadap pembenahan delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Solo yang ditutup sementara karena belum memenuhi standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Menurutnya, langkah ini menunjukkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap mengutamakan kualitas layanan dan kepatuhan terhadap aturan.
“Kalau ada yang tidak sesuai standar, ya memang harus diperbaiki. Program MBG ini menyangkut pelayanan kepada masyarakat sehingga seluruh ketentuan, termasuk pengelolaan limbahnya, harus dipenuhi,” ujar Sugeng saat dihubungi Media Kampung, Senin, 8 Juni 2026. Ia menegaskan bahwa penutupan sementara bukanlah hambatan, melainkan bagian dari mekanisme pengawasan agar SPPG beroperasi sesuai standar.
Sugeng menekankan pentingnya aspek kesehatan lingkungan karena berkaitan dengan kualitas layanan yang diterima masyarakat. Setiap temuan ketidaksesuaian harus segera ditindaklanjuti dengan perbaikan. “Langkah penutupan sementara ini justru bagian dari pengawasan agar kualitas layanan tetap terjaga. Setelah memenuhi ketentuan, tentu bisa kembali beroperasi melayani masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menilai kebijakan tersebut menunjukkan sistem standarisasi dan pengawasan Program MBG berjalan sebagaimana mestinya. “Ini justru menunjukkan bahwa ada standarisasi yang dijalankan. Ketika ditemukan sesuatu yang belum sesuai standar, maka harus dilakukan penyesuaian,” kata Astrid.
Astrid berharap komitmen menjaga standar pelayanan dapat diterapkan secara merata hingga tingkat daerah. Pengawasan yang konsisten menjadi kunci agar Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Ia juga menilai pembenahan yang dilakukan saat ini menjadi momentum untuk memperkuat kualitas layanan SPPG sehingga pelaksanaan program dapat berlangsung lebih baik ke depannya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan