Media Kampung – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang mengungkapkan bahwa pihaknya menggandeng kantin sekolah sebagai alternatif dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) demi efisiensi. Langkah ini diambil terutama untuk menjangkau wilayah terpencil dan daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) yang tidak memungkinkan pembangunan dapur khusus.

Nanik mencontohkan di Lombok Barat, terdapat satu pulau dengan hanya 119 siswa sehingga tidak mungkin mendirikan dapur MBG sendiri. Kantin sekolah yang sudah ada dapat dimanfaatkan untuk menyediakan makanan bergizi bagi siswa.

Selain efisiensi dapur, BGN juga tengah melakukan refocusing penerima manfaat MBG. Nanik menyatakan bahwa sekolah-sekolah dengan siswa dari keluarga mampu tidak perlu lagi menerima program ini. Prioritas akan diberikan kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi.

Saat ini terdapat sekitar 63 juta penerima MBG di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut akan dievaluasi kembali agar tepat sasaran. BGN juga menghentikan sementara pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur baru, dan akan menata 27.877 dapur yang sudah ada.

Nanik menekankan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh mengurangi kualitas gizi penerima manfaat. BGN akan fokus pada perbaikan tata kelola dan distribusi dapur yang saat ini masih terpusat di Pulau Jawa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.