Media Kampung – Kemenhub mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Batam dalam memperkuat layanan transportasi publik, terutama pengembangan bus Trans Batam. Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menyampaikan apresiasi tersebut pada Kamis, 28 Mei 2026 di Jakarta.

Pengembangan BRT dengan skema Bus Transfer Sistem (BTS) dianggap strategis untuk menciptakan mobilitas perkotaan yang tertib, produktif, dan berkelanjutan. Penambahan armada dilakukan bertahap, mulai 20 unit pada 2024, 13 unit pada 2025, dan 19 unit pada 2026, sehingga total mencapai 52 unit.

Kelima koridor strategis yang dilayani meliputi Batam Centre‑Sekupang, Tanjung Uncang, Jodoh, Tanjung Piayu, dan Nongsa, menjangkau pusat-pusat aktivitas utama kota. Setiap koridor diintegrasikan dengan sistem pembayaran non‑tunai dan konektivitas ke Bandara Hang Nadim.

Aan menekankan bahwa transportasi publik yang efisien dapat mengurangi beban ekonomi masyarakat akibat tingginya biaya transportasi dan kemacetan, sekaligus membantu mencegah krisis energi. Penguatan layanan ini diharapkan menurunkan kebutuhan subsidi BBM dan meningkatkan produktivitas.

Kemenhub berharap upaya Pemkot Batam menjadi contoh bagi kota lain dalam mengoptimalkan transportasi massal demi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Pengawasan dan dukungan lanjutan akan terus diberikan oleh kementerian.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.