Media Kampung – Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, di Jakarta. Pertemuan ini membahas upaya percepatan program strategis nasional yang terkait dengan pengelolaan aset pertahanan serta optimalisasi infrastruktur bandara untuk mendukung penerbangan sipil komersial.

Fokus utama diskusi terletak pada rencana reaktivasi dan pemanfaatan bersama pangkalan udara TNI Angkatan Udara untuk penerbangan sipil di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, dan Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta. Langkah ini menindaklanjuti arahan langsung dari Presiden RI untuk meningkatkan efisiensi dan fungsi bandara tersebut tanpa mengganggu kesiapan pertahanan militer.

Dalam pertemuan itu, Kementerian Pertahanan menegaskan komitmen penuh terhadap regulasi yang mendukung penggunaan bersama fasilitas pangkalan udara. Diskusi teknis meliputi pengaturan kapasitas apron dan manajemen waktu penerbangan agar aktivitas militer dan sipil dapat berjalan selaras tanpa saling mengganggu. Koordinasi lintas sektoral dengan Kementerian Perhubungan dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam implementasi rencana ini.

Wamenhan Donny Ermawan menekankan pentingnya menjaga kesiapan operasi militer sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi melalui sektor penerbangan sipil. Ia menyatakan, “Kami menyambut baik rencana pembukaan kembali penerbangan komersial dengan tetap memastikan eksistensi dan operasional TNI Angkatan Udara tetap optimal dan terjaga dengan baik.” Penataan teknis terkait apron dan waktu penerbangan menjadi perhatian utama agar tidak terjadi kepadatan yang dapat menghambat kedua fungsi tersebut.

Selain membahas pemanfaatan bandara, pertemuan ini juga mengevaluasi pengembangan ekosistem industri kedirgantaraan nasional. Salah satu inisiatif yang disoroti adalah konsep Sustainable Aerospace Park di Kertajati, yang mengintegrasikan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) untuk sektor militer dan komersial. Kedua pihak sepakat untuk terus mengembangkan cetak biru teknokratis dan pengelolaan aset secara matang demi mendukung industri kedirgantaraan nasional.

Pertemuan tersebut dihadiri pula oleh Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional dan Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital. Mereka sepakat mengadakan rapat koordinasi lanjutan yang melibatkan kementerian teknis, jajaran TNI AU, serta pemerintah provinsi terkait untuk mempercepat realisasi rencana ini.

Rangkaian pembahasan ini menegaskan sinergi antara sektor pertahanan dan pembangunan nasional dalam mengoptimalkan aset strategis seperti bandara. Langkah ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas penerbangan sipil tetapi juga memperkuat kesiapan pertahanan negara secara berkelanjutan.

Dengan komitmen bersama tersebut, diharapkan pengelolaan bandara yang melibatkan fungsi militer dan sipil dapat berjalan harmonis, mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah sekaligus menjaga keamanan nasional sesuai arahan pemerintah pusat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.