Media Kampung – Pemerintah Indonesia mengalokasikan dana sekitar Rp4 triliun untuk memperbaiki keselamatan dan infrastruktur di perlintasan kereta api. Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembangunan flyover di Bekasi sebagai upaya jangka panjang guna mengurangi risiko kecelakaan dan memperlancar mobilitas masyarakat.
Flyover tersebut direncanakan karena tingginya volume kendaraan dan pentingnya kereta api dalam transportasi harian. Langkah ini menjadi bagian dari penanganan keselamatan transportasi yang ditegaskan langsung oleh Presiden Prabowo.
Menteri Perhubungan Dudy Purwogandi menegaskan dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI bahwa pemerintah tidak akan berkompromi soal keselamatan transportasi. Setiap insiden harus menjadi pelajaran dan memacu perbaikan sistem yang terukur dan dapat dipantau pelaksanaannya secara ketat.
Dalam upaya konkret, Kemenhub bersama PT KAI, Danantara, BP BUMN, DJKA, dan KNKT menggelar Kick Off penanganan perlintasan sebagai wujud komitmen nasional meningkatkan keselamatan perlintasan sebidang. Kegiatan ini berlangsung pada awal Mei 2026 dan menghasilkan keputusan untuk menutup 172 perlintasan yang berisiko tinggi.
Penutupan diperuntukkan bagi perlintasan dengan lebar jalan kurang dari 2 meter yang dinilai membahayakan pengguna jalan. Selain itu, pemerintah menetapkan 1.638 lokasi perlintasan prioritas untuk mendapatkan peningkatan fasilitas keselamatan dengan investasi mencapai Rp842,48 miliar.
Investasi tersebut mencakup kebutuhan petugas penjaga perlintasan senilai Rp603,9 miliar, pembangunan pos jaga sebesar Rp158,1 miliar, serta alokasi Rp60,9 miliar untuk fasilitas mekanikal dan elektrikal pendukung keselamatan transportasi.
Secara keseluruhan, terdapat 3.674 perlintasan sebidang di Indonesia, dengan 2.771 perlintasan terdaftar dan 903 tidak terdaftar. Pemerintah melakukan evaluasi ketat dan merekomendasikan penutupan bagi perlintasan berukuran sempit untuk mengurangi potensi kecelakaan.
Peningkatan keselamatan di lokasi prioritas meliputi penambahan petugas penjaga, pembangunan pos jaga, alat komunikasi, dan perlengkapan keselamatan lainnya. Ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjamin keamanan pengguna jalan dan kereta api di seluruh wilayah.
Dengan dana besar yang telah disiapkan dan langkah strategis berupa pembangunan infrastruktur seperti flyover, pemerintah berharap dapat menekan angka kecelakaan dan memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat dalam menggunakan moda transportasi kereta api.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan