Media Kampung – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mewujudkan ekonomi patriotik dalam pidato pada rapat Paripurna DPR, sekaligus memberikan instruksi khusus terkait peningkatan keselamatan perkeretaapian. Kedua langkah ini menunjukkan arah kebijakan strategis pemerintah dalam membangun kemandirian ekonomi dan menjaga keamanan transportasi publik.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) sebagai wujud nyata pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945. Wakil Ketua Umum bidang Pertahanan dan Kebijakan Strategis, Abi Rekso, menyatakan bahwa kebijakan ini adalah upaya konkret untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Selain fokus pada ekonomi, Presiden juga mengarahkan kementerian terkait untuk mengoptimalkan infrastruktur keselamatan perkeretaapian. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa arahan Presiden meliputi penanganan titik-titik perlintasan kereta api yang rawan kecelakaan. Data menunjukkan, dari tiga tahun terakhir, tercatat 1.058 kecelakaan di perlintasan sebidang, namun terdapat tren penurunan kejadian dari 337 insiden pada 2024 menjadi 102 kejadian hingga Mei 2026.

Menhub Dudy menyampaikan bahwa pemerintah telah memiliki dasar hukum yang kuat untuk menangani masalah keselamatan perkeretaapian, termasuk Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 dan Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2009. Arahan Presiden bertujuan untuk meningkatkan keamanan perjalanan kereta api demi melindungi masyarakat dari potensi kecelakaan yang masih terjadi di sejumlah titik perlintasan.

Langkah Presiden Prabowo dalam menggabungkan visi ekonomi patriotik dan perhatian serius terhadap keselamatan transportasi mencerminkan pendekatan menyeluruh dalam pembangunan nasional. Kebijakan ini diharapkan bisa memperkuat fondasi ekonomi sekaligus memastikan infrastruktur publik berjalan dengan aman dan efisien.

Dengan arahan langsung dari Presiden, kementerian dan lembaga terkait diharapkan dapat menjalankan program-program strategis ini secara optimal dalam waktu dekat, demi mewujudkan Indonesia yang lebih mandiri secara ekonomi dan lebih aman dalam aspek transportasi kereta api.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.