Media Kampung – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) terus mengoptimalkan Program Tamasya sebagai upaya memperkuat perlindungan anak di Indonesia. Program ini difokuskan pada peningkatan layanan pengasuhan dan tumbuh kembang anak di berbagai wilayah melalui pemantauan ketat dan evaluasi rutin.

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menyatakan bahwa lebih dari 3.300 Bina Keluarga Balita (BKB) kini terlibat dalam Program Tamasya. Pemantauan dilakukan secara langsung oleh penyuluh KB dan petugas lapangan, serta didukung oleh Tim Pendamping Keluarga guna memastikan kualitas layanan tetap terjaga.

Monitoring pelaksanaan program ini juga melibatkan pemutakhiran data administratif dan evaluasi capaian empat layanan utama setiap bulan. Hasil evaluasi tersebut disampaikan secara berjenjang mulai dari pemerintah daerah hingga pusat. Selain itu, perwakilan BKKBN di tingkat provinsi bersama pemerintah daerah turut mengawasi dan memberikan umpan balik untuk memperbaiki dan menguatkan program di lapangan.

Ratu Ayu menegaskan bahwa layanan Program Tamasya dirancang agar tetap terjangkau terutama bagi pekerja dari kalangan menengah ke bawah. Hal ini sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang mewajibkan pengusaha menyediakan fasilitas kesejahteraan, termasuk tempat penitipan anak yang disesuaikan dengan kebutuhan pekerja dan kemampuan perusahaan.

Untuk mendukung hal tersebut, Kemendukbangga/BKKBN aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Ketenagakerjaan, guna meningkatkan jumlah dan kualitas fasilitas penitipan anak di lingkungan kerja. Diharapkan dengan semakin banyaknya perusahaan dan instansi pemerintah yang menyediakan layanan tersebut, perempuan pekerja dapat menjalankan tugasnya dengan tenang tanpa mengabaikan pengasuhan anak.

Sekretaris Kemendukbangga/BKKBN, Budi Setiyono, menambahkan bahwa Program Tamasya bertujuan memperkuat ekosistem pengasuhan anak dengan pendekatan holistik berbasis keluarga dan komunitas yang mencakup aspek pengasuhan, gizi, dan kesehatan. Ia juga menyampaikan keprihatinan atas kasus kekerasan yang terjadi di beberapa daycare, sehingga menjadi momentum penting untuk mempercepat penguatan sistem perlindungan anak di Indonesia.

Dengan langkah-langkah tersebut, Kemendukbangga/BKKBN berharap Program Tamasya dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata dalam menjamin perlindungan serta kesejahteraan anak-anak di seluruh Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.