Media Kampung – 1.773 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari 55 kementerian dan lembaga melaksanakan Latihan Militer Komcad gelombang I di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada 22 April 2026. Mereka mengenakan seragam loreng dan menyanyikan yel‑yel khas militer.

Pelatihan dasar militer ini dirancang selama 1,5 bulan dan dijadwalkan selesai pada 5 Juni 2026, setelah peserta dinyatakan resmi menjadi anggota Komponen Cadangan. Selama periode tersebut, ASN ditempatkan di enam lokasi pendidikan TNI, antara lain Pusat Komunikasi Badan Intelijen Negara, Rindam Jaya, Pusdikes Puskesad, Brigif 1 Pasmar 1, Pusbahasa Kodiklatau, serta Wingdik 500 Atang Sendjaja.

Suherlan Maulana, ASN Kementerian Sosial, mengakui awalnya keluarganya menolak, namun setelah memberikan penjelasan ia berhasil memperoleh dukungan. “Awalnya sangat berat karena anak istri pun berat, tidak mendukung,” ujar Maulana saat istirahat di base.

Letjen TNI Gabriel Lema, Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan, menegaskan bahwa program Komcad memanfaatkan potensi hampir lima juta ASN sebagai sumber daya pertahanan terbesar di negara ini. “ASN ini kurang lebih jumlah sekitar hampir 5 juta di seluruh Indonesia. Ini potensi kekuatan pertahanan yang terbesar,” tegasnya.

Selain peserta pusat, sebanyak 500 ASN dari Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan juga mengikuti Latsarmil sejak 30 Maret 2026, menandai langkah awal rekrutmen Komcad di tingkat daerah. Gabriel Lema menambahkan bahwa pemerintah akan memperluas program ke Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, serta Kepulauan Riau.

Target awal gelombang pertama adalah 2.000 ASN, namun hanya 1.773 yang lolos seleksi berlapis meliputi pemeriksaan kesehatan, mental, ideologi, psikologi, dan kebugaran jasmani. Penyesuaian tersebut akan diatasi pada gelombang kedua yang dijadwalkan akan datang.

Program Komcad dimulai pada tahun 2021 dan hingga kini telah menghasilkan hampir 50.000 anggota komponen cadangan, mencakup ASN, pejabat daerah, serta karyawan swasta yang mendaftar secara sukarela. Pemerintah menargetkan penambahan 4.000 ASN pada tahun 2026 untuk memperkuat sistem pertahanan.

Latihan di setiap lokasi melibatkan instruksi dasar taktis, disiplin baris, penggunaan senjata simulasi, serta pelatihan kebugaran fisik, dengan tujuan menumbuhkan karakter, disiplin, dan etos kerja yang dapat diterapkan kembali di instansi masing‑masing. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai peran komponen cadangan dalam situasi darurat nasional.

Selama masa latihan, ASN melaporkan semangat tinggi dan kebersamaan, terlihat dari sorak yel‑yel yang mengiringi setiap kegiatan. Keberadaan mereka di lingkungan militer diharapkan meningkatkan sinergi antara sipil dan militer serta memperkuat kesiapan pertahanan negara.

Pada penutupan upacara pembukaan, Letjen Gabriel Lema menegaskan pentingnya kelanjutan program dan mengajak seluruh kementerian serta pemerintah daerah untuk berpartisipasi aktif. “Kita resmikan untuk pembukaan latihan sejumlah 1.773 calon ASN komcad. Ini baru gelombang pertama,” ujarnya.

Kondisi terbaru menunjukkan bahwa semua peserta telah menyelesaikan fase awal pelatihan dan sedang memasuki tahap evaluasi akhir sebelum penetapan resmi pada 5 Juni 2026. Penetapan tersebut akan menandai masuknya mereka ke dalam daftar resmi Komponen Cadangan TNI.

Diharapkan kehadiran 1.773 ASN dalam Latihan Militer Komcad gelombang I akan memberikan kontribusi signifikan terhadap kesiapan pertahanan nasional serta menjadi contoh bagi ASN lainnya untuk berpartisipasi dalam program serupa di masa depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.