Media Kampung – PT Perkebunan Nusantara I (Persero) menghadirkan ruang tenang bagi masyarakat urban melalui optimalisasi aset agrowisata di Jawa Tengah. Langkah ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi usaha Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) untuk menjadikan aset perkebunan sebagai sumber pendapatan berkelanjutan.

Firman, seorang pekerja kreatif asal Jakarta, menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke Kawasan Agrowisata Jollong di Kabupaten Pati. Ia mengaku merasakan ketenangan yang sulit ditemukan di kota besar, seperti disambut kicau burung di pagi hari dan udara sejuk yang menenteramkan hati.

Agrowisata Jollong terletak di lereng Gunung Muria, Desa Sitiluhur, pada ketinggian hingga 900 mdpl. Kawasan ini memiliki ikon tugu cangkir kopi raksasa sebagai simbol sentra kopi bersejarah sejak era kolonial. Pengunjung dapat menikmati kopi lokal, mengunjungi Bukit Naga untuk memetik buah segar, merasakan terapi ikan di kolam alami, dan menyusuri Air Terjun Grenjengan dengan tiket masuk Rp20.000.

Di Kabupaten Karanganyar, PTPN I Regional 3 mengembangkan Kampoeng Karet sebagai destinasi wisata edukasi berbasis kebun karet di kaki Gunung Lawu. Suasana teduh dari kanopi pohon karet mendukung konsep camping no ribet, lengkap dengan playground, kolam renang, dan gazebo.

Agrowisata Kaligua di Kabupaten Brebes menjadi destinasi unggulan di dataran tinggi dengan ketinggian 2.050 mdpl. Berada di kaki Gunung Slamet, kawasan ini menawarkan suhu ekstrem hingga 4°C dan panorama kebun teh peninggalan Belanda tahun 1889. Dengan tiket Rp20.000, pengunjung dapat menikmati Puncak Sakub untuk menyaksikan matahari terbit, Gua Jepang sebagai wisata sejarah, serta mata air Tuk Bening.

Banaran Sky View di Bawen, Semarang, melengkapi pengalaman agrowisata dengan panorama Danau Rawa Pening dan tujuh gunung di sekitarnya. Terletak dekat pintu tol Bawen, destinasi ini menyediakan restoran dengan menu berbasis kopi serta fasilitas Banaran Coffee Camp untuk glamping di tengah kebun kopi.

Melalui berbagai aset agrowisata ini, PTPN I membuktikan bahwa rekreasi berkualitas dapat hadir dari lanskap perkebunan yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan, menjawab kebutuhan ruang pemulihan bagi masyarakat urban.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.