Media Kampung – Penjualan mobil di Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan dengan angka sebesar 21% secara tahunan (YoY) pada periode sembilan bulan pertama tahun 2026 (9M26). Menurut data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total wholesales mobil nasional mencapai 679 ribu unit, dengan penjualan pada bulan September 2026 saja mencapai 79,5 ribu unit.

Detail Penjualan

Angka penjualan tersebut setara dengan 80% dari target tahunan Gaikindo yang ditetapkan pada 850 ribu unit untuk tahun 2026. Jika tren ini berlanjut, diperkirakan penjualan mobil akan melampaui target yang telah ditentukan. Penjualan merek non-Astra, terutama dari kategori “Others”, mengalami lonjakan yang signifikan, dengan penjualan meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Merek Baru Mendominasi

Pada bulan September 2026, merek non-Astra mencatatkan wholesales sebanyak 42,8 ribu unit, meningkat 50% YoY, meskipun mengalami penurunan 5% dibandingkan bulan sebelumnya. Merek-merek baru seperti BYD Denza menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik, dengan wholesales mencapai 46,7 ribu unit, meningkat 74% YoY.

Pertumbuhan Merek Astra

Sementara itu, Astra International (ASII) mengalami pertumbuhan yang lebih moderat dengan penjualan sebanyak 36,7 ribu unit pada bulan September 2026. Total penjualan ASII selama 9M26 mencapai 335 ribu unit, mencatatkan pertumbuhan 13% YoY. Market share ASII juga mengalami penurunan, berada di bawah 50% yang menjadi target perusahaan.

Prospek Ke Depan

Key takeaway dari data ini adalah bahwa pertumbuhan penjualan tahunan masih dipengaruhi oleh efek low-base dari tahun sebelumnya. Meskipun ada potensi untuk pertumbuhan yang lebih rendah di bulan-bulan mendatang, dengan run-rate sekitar 80 ribu unit per bulan, diperkirakan realisasi wholesales mobil hingga akhir tahun 2026 akan melampaui target Gaikindo. Kinerja ASII, di sisi lain, akan sangat bergantung pada pemulihan laba bersih yang sebagian besar dipengaruhi oleh kinerja unit bisnis terkait.