Media Kampung, Merawat pelek mobil tidak hanya soal estetika, tetapi juga keselamatan berkendara. Komponen ini langsung terpapar kotoran jalanan dan menopang beban kendaraan, sehingga perawatan yang tepat sangat penting.
Menurut Didi Arhadi dari gerai pelek Vector Wheels Tangerang Selatan, langkah paling mendasar adalah rutin mencuci pelek secara berkala. Ia menyarankan pemilik mobil segera membersihkan pelek setelah terkena air hujan atau melewati genangan air untuk mencegah jamur dan korosi.
Proses pencucian sebaiknya dilakukan saat pelek sudah benar-benar dingin. Hal ini untuk menghindari risiko perubahan bentuk atau keretakan halus akibat perubahan suhu drastis (thermal shock).
Penggunaan cairan pembersih dan alat usap juga tidak boleh sembarangan. Hindari sabun dengan bahan kimia keras atau bersifat terlalu asam karena berpotensi merusak lapisan pelindung (clear coat), terutama pada pelek aluminium alloy atau yang memiliki finishing mengkilap. Didi merekomendasikan sampo khusus mobil yang lembut serta kain mikrofiber atau spons halus untuk mencegah baret halus saat membersihkan debu rem (brake dust).
Perawatan pelek juga mencakup aspek mekanis. Pengecekan keselarasan roda melalui balancing dan wheel alignment perlu dilakukan setidaknya setiap 10.000 kilometer atau ketika kemudi mulai terasa bergetar.
Tekanan angin ban juga harus dijaga sesuai standar pabrikan. “Tekanan angin yang kurang membuat dinding ban terlalu lentur, sehingga saat mobil menghantam lubang, pelek tidak memiliki perlindungan cukup dan berisiko penyok atau retak,” tutup Didi.












