Media Kampung – Mobil terbang mulai diuji coba di Jakarta dan Ibu Kota Nusantara (IKN), menandai langkah awal Indonesia menjadi produsen transportasi udara masa depan. Presiden Prabowo Subianto menegaskan ambisi Indonesia memiliki mobil nasional sendiri, dan kini teknologi kendaraan terbang listrik (eVTOL) menjadi fokus baru. Pabrikan China seperti GAC telah memproduksi AirCab, taksi terbang otonom yang siap dipasarkan secara komersial.
GAC melalui merek Govy resmi memulai produksi AirCab, kendaraan eVTOL dengan enam lengan dan 12 baling-baling listrik. Kendaraan ini mampu terbang secara otonom Level 4 tanpa pilot, menggunakan baterai silinder berkepadatan tinggi yang dapat diisi penuh dalam 25 menit. Kapasitas produksi awal mencapai 100 unit per tahun, ditargetkan untuk sektor pariwisata dan layanan wisata udara.
Di sisi lain, Wuling dipersiapkan meluncurkan mobil listrik mungil Aira EV di GIIAS 2026. Mobil ini diduga merupakan Hongguang Mini EV generasi terbaru dengan dimensi lebih besar dari Air ev, memiliki panjang 3.268 mm, lebar 1.520 mm, tinggi 1.575 mm, dan wheelbase 2.190 mm. Keunggulannya adalah penggunaan empat pintu yang memudahkan akses kursi belakang, cocok untuk mobilitas perkotaan. Wuling telah membuka pre-booking dengan uang tanda jadi Rp 10 juta.
Sementara itu, Kurnia Motors meluncurkan tiga mobil listrik murah: K-Blade Series Rp 110 juta, K-Kooper Rp 123,875 juta, dan KX-Upgrade Rp 140 juta (OTR Jakarta). Ketiganya memiliki daya jelajah 250 km dan kecepatan maksimal 110 km/jam, dengan garansi 5 tahun termasuk baterai. Kurnia Motors juga menawarkan buyback guarantee 100% setelah tahun kelima.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya mobil buatan dalam negeri. Dalam Munas HIPMI XVIII di Lampung, ia menyatakan bahwa Indonesia harus memiliki mobil produksi sendiri setelah 81 tahun merdeka. Ia memberi contoh penggunaan mobil Maung sebagai kendaraan dinas, meskipun sempat bocor saat hujan, sebagai bentuk keteladanan.
Dengan uji coba mobil terbang di Jakarta dan IKN, serta pengembangan mobil listrik oleh berbagai pabrikan, Indonesia menunjukkan keseriusan dalam menguasai teknologi transportasi udara masa depan. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai produsen kendaraan listrik dan eVTOL di kawasan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan