Media Kampung – 10 Maret 2026 | Jakarta – BYD (Build Your Dreams), produsen mobil listrik asal Tiongkok, resmi mengumumkan generasi terbaru model city‑EV Andalan, Atto 1 2026. Dengan rangkaian fitur yang disebut “gahar” oleh pabrikan, kendaraan ini diprediksi menjadi pilihan utama bagi konsumen Indonesia yang mengincar mobil listrik berperformansi tinggi namun tetap terjangkau.

Spesifikasi Utama

KomponenDetail
Motor listrikDual‑motor permanent magnet, total output 350 kW (≈ 470 hp)
BateraiLi‑Fe‑PO4 95 kWh, teknologi “Blade Battery” generasi terbaru, dukungan pengisian cepat 350 kW
Jarak tempuh (WLTP)620 km
0–100 km/h3,9 detik
Dimensi4.380 mm × 1.795 mm × 1.525 mm
Fitur keselamatan6 airbag, sistem pengereman otomatis darurat, lane‑keeping assist, adaptive cruise control
InfotainmentLayar OLED 15,6 inci, OS berbasis Android Auto, AI voice assistant, konektivitas 5G

Tanggal Rilis Resmi

Setelah serangkaian uji coba jalan dan sertifikasi homologasi di dalam negeri, BYD menjadwalkan peluncuran resmi Atto 1 2026 pada 15 April 2026. Acara peluncuran akan digelar di Jakarta Convention Center dengan partisipasi media otomotif nasional dan perwakilan dealer resmi BYD.

Estimasi Harga Jual di Indonesia

Berbekal produksi lokal di pabrik Tangerang yang sudah mengadopsi skema “Made in Indonesia”, BYD memperkirakan harga jual Atto 1 2026 berada pada rentang berikut:

  • Varian Standard (95 kWh, tanpa paket sport): Rp 499 juta
  • Varian Premium (95 kWh + paket sport + interior kulit): Rp 579 juta
  • Varian Limited Edition (100 kWh, fitur autonomous level 2, eksterior khusus): Rp 649 juta

Harga tersebut sudah termasuk PPN 10 % dan subsidi pemerintah untuk mobil listrik berbasis baterai domestik, sehingga konsumen dapat menikmati biaya operasional yang jauh lebih rendah dibandingkan mobil bensin sekelas.

Dengan kombinasi performa super cepat, jarak tempuh yang menyaingi SUV listrik premium, serta harga yang kompetitif, BYD menargetkan penjualan 20 000 unit Atto 1 2026 pada tahun pertama peluncuran di pasar Indonesia. Informasi resmi BYD menegaskan komitmen perusahaan untuk memperluas jaringan layanan purna jual dan membangun lebih dari 200 stasiun pengisian cepat di seluruh kepulauan.

Para analis industri otomotif menilai kehadiran Atto 1 2026 dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia, khususnya di segmen mobil kota yang kini menjadi fokus utama kebijakan pemerintah untuk mengurangi emisi karbon.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.