Media Kampung – Chery siap produksi mobil di pabrik Nissan mulai 2027 setelah kedua perusahaan menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memanfaatkan fasilitas Nissan di Sunderland, Inggris. Langkah ini merupakan bagian dari strategi efisiensi lintas negara di tengah tekanan finansial yang dihadapi Nissan.
Melalui MoU yang bersifat tidak mengikat, Chery akan menggunakan satu jalur produksi—yang disebut Line 1—di pabrik Sunderland milik Nissan. Proses perakitan kendaraan Chery dijadwalkan dimulai pada tahun fiskal 2027. Sementara itu, Nissan akan mengonsolidasikan produksi model andalannya seperti Leaf, Qashqai, dan Juke ke Line 2 sebagai bagian dari pemangkasan biaya global.
CEO Nissan, Ivan Espinosa, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan komponen kunci dari reformasi struktural perusahaan. Langkah ini diambil saat Nissan mencatat kerugian bersih sebesar 533,1 miliar yen (sekitar 3,53 miliar dolar AS) pada tahun fiskal 2025, yang merupakan tahun kedua berturut-turut mengalami kerugian besar. Faktor penyebabnya antara lain stagnasi penjualan global, tekanan inflasi, dan dampak kebijakan tarif Amerika Serikat. Espinosa juga memperingatkan lingkungan operasional yang masih berat pada tahun fiskal 2026 akibat kenaikan biaya energi terkait ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Di sisi lain, Chery justru menikmati pertumbuhan pesat. Pada Mei saja, Chery Group membukukan penjualan 247.823 kendaraan, naik 20,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 100.304 unit merupakan kendaraan energi baru (NEV) yang melonjak 58,8%. Ekspor Chery juga mencapai rekor 181.871 kendaraan, menjadikannya rekor ekspor tiga bulan berturut-turut. Selama lima bulan pertama, total penjualan global Chery menembus 1.100.921 kendaraan, dengan basis pengguna luar China lebih dari 6,59 juta orang.
Pabrik Sunderland akan tetap sepenuhnya dimiliki Nissan, dan produksi mobil Chery akan dilakukan oleh pekerja Nissan. Chery belum merinci model apa yang akan diproduksi di sana, namun langkah ini memperkuat posisi mereka di Eropa. Sebelumnya, Chery telah mengakuisisi bekas pabrik Nissan di Barcelona, Spanyol, pada 2023 dan juga membeli pabrik Nissan di Rosslyn, Afrika Selatan, tahun ini.
Kolaborasi ini juga terjadi di tengah pergeseran peta industri otomotif di Indonesia. Asco Automotive, mitra Daihatsu sejak 1989, menutup 11 dealer Daihatsu per 1 Juni 2026 dan beralih menjadi mitra Chery Group. Langkah ini menandai semakin agresifnya merek China di pasar Indonesia, sejalan dengan ekspansi global Chery.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan