Media Kampung – Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas, mengajak mahasiswa dari berbagai organisasi untuk memperkuat persatuan dan menjaga harmoni kebangsaan di tengah dinamika tantangan global saat ini. Ajakan tersebut disampaikan dalam acara Diskusi Kebangsaan Lintas Organisasi Mahasiswa yang berlangsung di Gedung MPR RI, Jakarta, pada Minggu, 25 Mei 2026.

Diskusi ini dihadiri oleh perwakilan sejumlah organisasi mahasiswa yang mewakili beragam latar belakang agama dan ideologi. Organisasi tersebut antara lain HMI, GMNI, IMM, PMII, GMKI, PMKRI, KAMMI, KMHDI, dan HIKMAHBUDHI. Pertemuan ini menjadi ruang dialog penting untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan membangun sinergi di kalangan generasi muda.

Dalam kesempatan tersebut, Ibas menegaskan bahwa keberagaman merupakan salah satu kekuatan utama bangsa Indonesia. Ia menuturkan, Indonesia tetap kokoh bukan karena keseragaman, melainkan karena mampu menjaga dan merawat perbedaan. Pernyataan ini menjadi pengingat bagi para mahasiswa agar terus mengedepankan persatuan di tengah segala perbedaan yang ada.

Ibas juga menggarisbawahi tanggung jawab besar generasi muda dalam menjaga masa depan bangsa, khususnya di tengah situasi global yang penuh tantangan seperti konflik geopolitik, krisis pangan dan energi, ketimpangan ekonomi, serta polarisasi sosial yang diperparah oleh arus informasi digital yang cepat dan deras. Kondisi ini menuntut mahasiswa untuk tidak hanya menjadi kelompok yang kritis, tetapi juga mampu memberikan solusi yang nyata dan konstruktif bagi masyarakat.

“Mahasiswa harus kritis, tetapi juga solutif. Berani menyuarakan pendapat, namun selalu mengutamakan kepentingan bangsa,” ujar Ibas dalam sambutannya. Ia menekankan pentingnya menjaga idealisme sekaligus bersikap realistis dan bijaksana dalam menghadapi berbagai persoalan yang dihadapi bangsa.

Dialog lintas organisasi mahasiswa tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dan memperluas wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda. Dengan menjaga persatuan dan semangat kebersamaan, mahasiswa diharapkan dapat menjadi penggerak perubahan positif dan solusi atas berbagai permasalahan yang tengah melanda Indonesia.

Kegiatan ini juga mencerminkan upaya bersama dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya harmoni sosial dan sinergi antar elemen masyarakat demi mewujudkan masa depan bangsa yang lebih baik. Dalam konteks tersebut, peran mahasiswa sebagai agent of change semakin krusial untuk terus mengedepankan nilai-nilai persatuan dan kebersamaan.

Diskusi yang digagas oleh Ibas ini menegaskan bahwa tantangan bangsa saat ini membutuhkan peran aktif dan kreatif dari generasi muda sebagai bagian dari solusi. Semangat kebangsaan yang dibangun melalui dialog lintas organisasi diharapkan menjadi pondasi yang kuat untuk menjaga keutuhan dan kemajuan Indonesia di masa depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.