Media Kampung, **Arlington** — Kesalahan fatal Lucas Digne menjadi awal keruntuhan Timnas Prancis saat dikalahkan Spanyol 0-2 pada semifinal Piala Dunia 2026 di AT&T Stadium, Rabu (15/7) waktu setempat. Blunder bek kiri berusia 32 tahun itu berujung penalti yang membuka keunggulan La Roja.
Pada menit ke-20, Digne gagal mengantisipasi umpan silang Marc Cucurella. Saat berusaha menyapu bola, ia justru mengenai tubuh Lamine Yamal yang datang dari belakang, hingga pemain muda Spanyol itu terjatuh di kotak penalti. Wasit Ivan Barton dari El Salvador tanpa ragu menunjuk titik putih. Mantan wasit internasional Prancis, Said Ennjimi, menilai keputusan itu sudah tepat. “Lamine Yamal memutar tubuhnya karena takut bola mengenai wajahnya. Posisi lengannya alami dan menempel di badan,” ujar Ennjimi kepada L’Equipe. Mikel Oyarzabal sukses mengeksekusi penalti untuk membawa Spanyol unggul.

Penampilan Digne tidak membaik setelah insiden tersebut. Ia beberapa kali kehilangan bola pada awal babak kedua dan kesulitan mengawal pergerakan Lamine Yamal sebelum akhirnya digantikan Theo Hernandez pada menit ke-73. Spanyol kemudian memperbesar keunggulan melalui gol Pedro Porro di babak kedua, memastikan kemenangan 2-0.
Kekalahan ini membuat Prancis gagal melaju ke final dan batal bertemu Argentina. Les Bleus harus puas bertanding memperebutkan medali perunggu melawan tim yang kalah dari semifinal lainnya antara Inggris dan Argentina.

Usai pertandingan, Digne tidak hanya mendapat kritik atas performanya, tetapi juga menjadi sasaran hujatan dan isu rasial di media sosial. Rekan setimnya, Rayan Cherki, bereaksi tajam saat ditanya soal kondisi mental Digne. “Menurutmu apa yang akan kukatakan? Bahwa dia menangis, bahwa kami menekannya? Tidak,” jawab Cherki dengan nada tajam. “Hal-hal seperti ini terjadi dalam pertandingan, begitulah sepak bola. Kami harus mendukungnya, dan dia harus bersama kami. Kami semua bersatu.”
Cherki juga mengkritik performa tim secara keseluruhan. “Ini kekecewaan yang sangat, sangat besar… karena hari ini kami kalah dari diri kami sendiri. Kami tidak kalah karena wasit, kami tidak kalah dari Spanyol, kami kalah karena kesalahan kami sendiri,” katanya.




















Tinggalkan Balasan