Media Kampung – Tim nasional Korea Selatan harus mengakui keunggulan Afrika Selatan (Bafana Bafana) dengan skor 1-0 dalam pertandingan Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Monterrey, Meksiko, pada 24 Juni 2026. Kekalahan ini membuat Korea Selatan gagal melaju ke babak 16 besar, sementara Afrika Selatan untuk pertama kalinya dalam sejarah mencapai babak 32 besar.
Gol tunggal kemenangan Bafana Bafana dicetak oleh Thapelo Maseko, pemain yang sebelumnya sempat mempertimbangkan pensiun sebelum akhirnya menemukan performa terbaiknya bersama klub Limassol di Siprus. Maseko, yang jarang menjadi starter di Mamelodi Sundowns, menjadi pahlawan nasional setelah kepindahannya ke luar negeri.
Bagi Korea Selatan, hasil ini menambah daftar penampilan buruk di Piala Dunia. Dalam sejarah, beberapa tim pernah mencatatkan kekalahan telak tanpa poin dan selisih gol negatif besar, seperti Korea Utara pada 2010 (kalah 7-0 dari Portugal), Arab Saudi pada 2002 (kalah 8-0 dari Jerman), dan Yunani pada 1994 (kalah 4-0 dari Argentina dan Bulgaria). Namun, Korea Selatan setidaknya mampu mencetak satu gol dalam turnamen ini, berbeda dengan tim-tim seperti Yunani 1994 dan Meksiko 1978 yang gagal mencetak gol sama sekali.
Sementara itu, di luar lapangan, Korea Selatan juga menghadapi isu politik. Mantan ibu negara Kim Keon Hee, istri mantan Presiden Yoon Suk Yeol, dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara karena menerima hadiah mewah dari pengusaha yang mencari bantuan politik dan bisnis. Kasus ini menambah tekanan pada citra Korea Selatan di mata internasional.
Di bidang lain, delapan kapal Korea Selatan berhasil keluar dari Selat Hormuz setelah kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran, mengurangi jumlah kapal yang tersisa di perairan strategis tersebut menjadi lima. Keberhasilan ini menunjukkan upaya Korea Selatan menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan maritim.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan