Media Kampung – Tim nasional Maroko mencatatkan prestasi bersejarah dalam pertandingan Grup C Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan tipis 1-0 atas Skotlandia di Gillette Stadium, Foxborough, Massachusetts, Amerika Serikat, Sabtu (20/6/2026) dini hari WIB. Gol cepat yang dicetak oleh Ismael Saibari pada detik ke-69 menjadi momen penting sekaligus memecahkan sejumlah rekor di ajang terbesar sepak bola dunia tersebut.

Ismael Saibari, penyerang berusia 25 tahun, berhasil menaklukkan lini pertahanan Skotlandia dengan gol kilat yang lahir hanya dalam 69 detik sejak pertandingan dimulai. Gol tersebut berasal dari umpan terobosan presisi Brahim Diaz, yang memungkinkan Saibari lolos dari jebakan offside dan melepaskan tembakan melengkung ke pojok kanan atas gawang lawan. Sontak gol ini menjadi pembeda dan membawa tiga poin krusial bagi Maroko.

Kemenangan ini bukan hanya soal tambahan poin bagi Maroko di klasemen sementara Grup C, tetapi juga merupakan catatan unik. Maroko kini memiliki rekor rangkaian pertandingan fase grup Piala Dunia tanpa kekalahan terpanjang di antara negara-negara Afrika, dengan enam laga berturut-turut tanpa kalah. Rekor ini mengungguli catatan sebelumnya yang dipegang oleh Kamerun (lima pertandingan, 1982-1990) dan Senegal (lima pertandingan, 2002-2018).

Selain itu, gol Saibari merupakan gol tercepat yang dicetak oleh pemain Arab dalam sejarah Piala Dunia putra, menambah daftar prestasi individu yang membanggakan. Pemain yang tengah menjadi sorotan ini juga menjadi pemain Maroko pertama yang mencetak gol dalam dua penampilan awal di Piala Dunia, bergabung dalam kelompok eksklusif dengan pemain-pemain top Afrika seperti Mohamed Salah.

Sepanjang laga, setelah unggul cepat, Maroko mampu mengontrol tempo permainan dengan disiplin tinggi di lini pertahanan. Skotlandia berusaha meningkatkan tekanan di menit-menit akhir, namun pertahanan kokoh Singa Atlas menjaga keunggulan hingga peluit akhir berbunyi. Kemenangan ini memperkuat posisi Maroko di puncak klasemen Grup C dengan total empat poin, membuka peluang besar untuk lolos ke babak 32 besar saat menghadapi Haiti pada pertandingan terakhir fase grup.

Kejayaan ini juga menegaskan perkembangan pesat sepak bola Maroko dalam beberapa tahun terakhir, yang kini semakin diperhitungkan di kancah internasional. Penampilan impresif Ismael Saibari bahkan menarik perhatian pelatih ternama Pep Guardiola yang menyaksikan langsung pertandingan tersebut dari tribun stadion.

Dengan momentum positif ini, Maroko diharapkan dapat melanjutkan performa gemilangnya dan menorehkan prestasi lebih tinggi di Piala Dunia 2026, menginspirasi kebangkitan sepak bola Afrika di panggung dunia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.