Media Kampung – Kolom Piala Dunia 2026 kali ini mengulas peluang Spanyol untuk kembali berjaya di Benua Amerika. Setelah sukses menjadi juara dunia pada 2010 di Afrika Selatan, La Furia Roja kini datang dengan skuad muda dan statistik impresif. Piala Dunia edisi ke-23 ini untuk pertama kalinya digelar di tiga negara: Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, dengan 48 tim peserta.

Spanyol lolos langsung ke putaran final setelah meraih 5 kemenangan dan 1 hasil imbang di kualifikasi zona Eropa, tanpa kekalahan. Mereka menjadi tim paling produktif dengan 21 gol dan hanya kebobolan 2 gol. Hasil ini membawa Spanyol duduk di peringkat kedua Ranking FIFA.

Baca juga:

Pelatih Luis de la Fuente, yang sukses mengantarkan Spanyol juara Piala Eropa 2024, kembali mengandalkan formasi false nine tanpa striker murni. Dani Olmo diplot sebagai false nine, ditopang dua sayap cepat Lamine Yamal dan Nico Williams. Yamal menjadi pemain dengan harga pasar tertinggi mencapai Rp3,84 triliun, sementara Pedri Rp2,67 triliun.

Spanyol tergabung di Grup H bersama Cape Verde, Uruguay, dan Arab Saudi. Laga perdana menghadapi Cape Verde pada 15 Juni, lalu Arab Saudi pada 21 Juni, dan ditutup melawan Uruguay pada 27 Juni. Diprediksi Spanyol akan lolos sebagai juara grup.

Baca juga:

Di babak 32 besar, calon lawan Spanyol adalah Aljazair atau Austria. Selanjutnya, Kroasia berpotensi ditemui di babak 16 besar, kemudian Belgia atau Turki di perempat final. Rintangan terbesar menanti di semifinal, yakni Prancis, Jerman, atau Belanda. Jika lolos, final bisa mempertemukan Spanyol dengan Portugal, Inggris, Brasil, atau Argentina.

Spanyol datang dengan usia rata-rata skuad 26,8 tahun, kombinasi pemain muda dan senior seperti Rodri, Pedri, Fabian Ruiz, serta Lamine Yamal. Luis de la Fuente, yang sebelumnya sukses di kelompok umur U-19, U-21, dan U-23, diyakini mampu memecah kebuntuan seperti saat mengalahkan Jerman di perempat final Piala Eropa 2024.

Baca juga:

Dengan kolektivitas permainan yang solid dan false nine yang mematikan, Spanyol berpeluang mengulang kedigdayaan di Benua Amerika. Sejarah mencatat, Christopher Columbus menemukan Amerika pada 1492; kini Spanyol ingin kembali berjaya di tanah yang sama melalui Piala Dunia 2026.