Media Kampung – Bek timnas Prancis, Maxence Lacroix, menjadi sorotan menjelang debutnya di Piala Dunia 2026. Pemain berusia 26 tahun yang membela Crystal Palace ini berjanji akan mentraktir pizza bagi warga kampung halamannya di Ajat, sebuah komune kecil berpenduduk sekitar 300 orang, setiap kali Prancis bertanding.

Inisiatif tersebut muncul setelah Lacroix mengetahui rencana warga Ajat yang akan menggelar nonton bareng di aula desa. Wali kota Ajat, Didier Clerjoux, mengungkapkan bahwa ide itu datang langsung dari sang pemain setelah ibunya memberi tahu rencana pemasangan layar besar. Pemerintah setempat telah menyiapkan fasilitas layar lebar, dan sekitar 100 warga diperkirakan hadir untuk menyaksikan laga perdana Prancis melawan Senegal.

Meskipun Lacroix diprediksi memulai pertandingan dari bangku cadangan, antusiasme warga Ajat tetap tinggi. Mereka menantikan momen bersejarah ketika putra daerah mereka tampil di panggung Piala Dunia. Pada pertandingan pertama melawan Senegal, Prancis berhasil menang 3-1, namun Lacroix tidak dimainkan oleh pelatih.

Di sisi lain, performa impresif Lacroix bersama Crystal Palace musim lalu menarik minat klub-klub besar, termasuk Chelsea. Pelatih Chelsea, Xabi Alonso, disebut menginginkan Lacroix untuk membangun kembali lini pertahanan. Crystal Palace dikabarkan mematok harga sekitar 51 juta poundsterling untuk bek tengah andalannya, dengan nilai transfer yang bisa meningkat hingga 60 juta poundsterling tergantung negosiasi. Arsenal juga dikabarkan tertarik, namun Chelsea dianggap menawarkan peluang bermain reguler yang lebih besar.

Lacroix dinilai sebagai salah satu bek tengah terbaik di Premier League berkat kemampuannya dalam memblok, memotong umpan, dan duel udara. Dengan kontrak bersama Palace hingga 2029, masa depan pemain Prancis itu kemungkinan akan ditentukan setelah Piala Dunia 2026.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.