Media Kampung – Menjelang laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Kroasia, superkomputer Opta telah mengeluarkan prediksi yang menempatkan Inggris sebagai favorit. Berdasarkan ribuan simulasi, Inggris memiliki peluang menang sebesar 55,9 persen. Kroasia hanya diberi peluang 20,8 persen, sementara 23,3 persen sisanya berpotensi berakhir imbang.
Inggris datang dengan skuad yang disebut sebagai Generasi Emas 2.0. Jude Bellingham menjadi motor lini tengah, berpadu dengan Bukayo Saka dan Anthony Gordon di sektor sayap. Declan Rice menjaga keseimbangan transisi permainan. Sorotan utama tertuju pada Harry Kane, yang musim ini mencetak 61 gol dalam 51 pertandingan bersama Bayern Munchen—sebuah rasio yang menakutkan. Jika konsistensi ini terbawa ke panggung Piala Dunia, bukan tidak mungkin Kane akan mengakhiri turnamen dengan sepatu emas.
Namun, Kroasia tetaplah lawan yang berbahaya. Luka Modric dan Mateo Kovacic masih menjadi komandan lini tengah. Tim berjuluk Vatreni ini memiliki DNA turnamen yang kuat. Modric, meski usianya tidak lagi muda, tetap menjadi komandan lapangan yang visioner dalam mengatur tempo permainan. Kemampuan Kroasia memaksakan permainan fisik seringkali membuat tim favorit frustrasi.
Sejarah membuktikan Kroasia adalah spesialis laga krusial. Pada Piala Dunia 2018, mereka menyingkirkan Inggris di semifinal sebelum melaju ke final. Pada edisi 2022, Kroasia kembali finis di posisi ketiga. Secara matematis, Inggris unggul, tetapi Piala Dunia selalu menjadi ajang di mana logika seringkali dikalahkan determinasi. Kroasia mungkin kalah dalam statistik simulasi, namun dalam sejarah sepak bola, mereka adalah pembunuh raksasa.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan