Media Kampung – Hubungan antara Timnas Korea Selatan dan media domestik memasuki titik terendah di Piala Dunia 2026. Insiden ini dipicu oleh bocornya rekaman mikrofon yang secara tidak sengaja menangkap ejekan sejumlah jurnalis terhadap kapten tim, Son Heung-min, terkait wajib militer.
Rekaman tersebut terjadi saat sesi latihan terbuka di Guadalajara, Meksiko, jelang laga pembuka Grup A melawan Republik Ceko. Dalam rekaman yang diunggah ke kanal YouTube JTBC pada 9 Juni 2026, terdengar seorang reporter mengejek gaya lari Son dan meragukan ia benar-benar menjalani wajib militer karena hanya menjalani pelatihan dasar tiga minggu setelah mendapat pengecualian berkat medali emas Asian Games 2018.
Ejekan itu memicu kemarahan para pemain. Setelah kemenangan 2-1 atas Ceko, Son Heung-min menolak wawancara dan hanya memberi salam singkat di area mixed zone. Aksi boikot berlanjut dengan pembatalan wawancara individu bersama gelandang Hwang In-beom yang tampil gemilang. Media Kampung melaporkan bahwa keputusan itu merupakan bentuk solidaritas pemain kepada sang kapten.
Federasi Sepak Bola Korea (KFA) mengambil langkah tegas dengan membatasi interaksi pemain dan media. Sebuah media lokal diminta menarik wawancara santai dengan Lee Dong-gyeong yang dilakukan saat hari istirahat. KFA juga merilis pernyataan resmi pada 15 Juni 2026 yang menyampaikan penyesalan atas bahasa tidak pantas yang digunakan awak media dan menuntut sikap lebih bertanggung jawab ke depannya.
Konflik ini semakin dalam ketika sekretaris korps pers Piala Dunia Korea Selatan mengundurkan diri. Situasi ini disebut sebagai keretakan terburuk antara pemain dan jurnalis dalam sejarah sepak bola modern Korea Selatan. Para pendukung sepak bola Korea pun ramai mengkritik jurnalis yang dianggap tidak sensitif di tengah perjuangan tim di turnamen bergengsi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan