Media Kampung – Sphephelo Sithole, gelandang Afrika Selatan, mencatatkan namanya dalam sejarah Piala Dunia 2026 sebagai pemain pertama yang menerima kartu merah di turnamen tersebut. Insiden terjadi pada laga pembuka Grup A antara Afrika Selatan dan Meksiko, di mana Sithole diusir wasit pada menit ke-49 setelah melakukan pelanggaran terhadap Brian Gutierrez.

Wasit menilai pelanggaran Sithole menggagalkan peluang jelas Meksiko untuk mencetak gol. Keputusan itu membuat Bafana Bafana harus bermain dengan 10 pemain sejak awal babak kedua, situasi yang menjadi pukulan berat bagi tim asuhan Hugo Broos yang sedang berusaha mengejar ketertinggalan.

Sithole lahir di Durban, Afrika Selatan, pada 3 Maret 1999. Pemain berusia 27 tahun ini berposisi sebagai gelandang bertahan dan saat ini memperkuat klub Tondela di Portugal. Karier sepak bolanya berkembang di Portugal setelah menimba ilmu di akademi Sporting CP, kemudian memperkuat Belenenses SAD sebelum akhirnya bergabung dengan Tondela.

Di level internasional, Sithole menjadi salah satu pemain penting Afrika Selatan dalam beberapa tahun terakhir. Kemampuannya memutus serangan lawan membuatnya dipercaya mengisi lini tengah Bafana Bafana. Namun, agresivitas yang menjadi kekuatannya justru berujung petaka pada laga pembuka Piala Dunia 2026.

Kartu merah tersebut membuat Sithole terancam absen pada pertandingan berikutnya akibat sanksi otomatis. Pelatih Hugo Broos kini harus menyiapkan alternatif untuk menjaga keseimbangan lini tengah Afrika Selatan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.