Media Kampung, Bandar Lampung – Bhayangkara FC dan Persebaya Surabaya bermain imbang 1-1 pada pertandingan pekan pertama BRI Super League 2026/27 yang digelar di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Sabtu (5/9). Hasil ini membuat kedua tim mendapatkan satu poin, dengan Yann Mabella membawa Persebaya unggul terlebih dahulu, sebelum Bhayangkara menyamakan kedudukan di babak kedua.
Persebaya membuka keunggulan pada menit ke-13 melalui gol Yann Mabella yang memanfaatkan peluang dengan efektif. Bhayangkara FC, yang dikenal dengan julukan The Guardian of Saburai, mencoba membalas dengan meningkatkan tekanan ke lini pertahanan Persebaya. Meski memiliki beberapa peluang, Bhayangkara tidak mampu mencetak gol hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, Bhayangkara FC tampil lebih agresif dan berhasil menyamakan skor. Pelatih Bhayangkara, Oscar Bruzon, menyatakan bahwa timnya sudah bekerja keras dan menunjukkan performa yang baik, terutama di awal pertandingan. Namun, Bruzon mengakui ketidakpuasan atas hasil imbang tersebut dan menekankan perlunya evaluasi untuk laga berikutnya, termasuk persiapan menghadapi Dewa United Banten FC pada 11 September 2026.
Sementara itu, pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengapresiasi semangat tim meski menghadapi kondisi cuaca panas dan angin kencang yang memengaruhi jalannya pertandingan. Dengan penguasaan bola hanya sekitar 27 persen, Persebaya lebih banyak menerapkan strategi bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat. Tavares menilai satu poin di laga pembuka ini sebagai modal penting dan menegaskan fokus pada pemulihan serta persiapan untuk menghadapi PSIM Yogyakarta di pekan kedua.
Perjalanan Persebaya pulang ke Surabaya setelah laga juga mengalami kendala akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan penutupan Bandara Radin Inten II di Lampung. Manajemen Persebaya mengambil keputusan strategis dengan mengalihkan moda transportasi dari udara ke jalur darat dan laut. Rombongan tim melakukan perjalanan dengan bus ke Pelabuhan Bakauheni, menyeberang ke Merak, kemudian melanjutkan perjalanan darat ke Stasiun Gambir, Jakarta, dan akhirnya menggunakan kereta api jarak jauh menuju Surabaya. Meski perjalanan panjang ini menguji fisik pemain dan official, langkah ini diperlukan agar agenda tim tetap berjalan lancar.
Hasil imbang ini menandai awal perjuangan kedua tim di musim baru BRI Super League. Bhayangkara FC dan Persebaya Surabaya akan terus melakukan evaluasi dan persiapan agar mampu tampil lebih baik dan meraih hasil maksimal di pertandingan berikutnya.














Tinggalkan Balasan