Media Kampung – Bek muda Timnas Indonesia, Justin Hubner (22), berada di tengah kebingungan setelah klubnya, Fortuna Sittard, menolak memberi izin untuk berpartisipasi dalam Piala AFF 2026. Sementara itu, analis sepak bola Indonesia menilai tetap berada di Eropa lebih menguntungkan bagi perkembangan kariernya.
Pemanggilan dan Penolakan Klub
John Herdman, pelatih Timnas Indonesia, memasukkan Justin Hubner ke dalam daftar 26 pemain yang akan berlaga di ASEAN Championship 2026. Namun, Fortuna Sittard mengirimkan surat resmi kepada PSSI menyatakan tidak wajib melepas pemain karena turnamen tersebut tidak masuk dalam kalender FIFA. Klub menjelaskan bahwa Hubner sedang dalam perjalanan ke Prancis untuk pertandingan persahabatan melawan FC Metz pada 25 Juli.
Analisis Manfaat Bermain di Eropa
Pengamat sepak bola Mohamad Kusnaeni menekankan bahwa pengalaman kompetisi Eropa memberikan paparan terhadap lawan dengan kualitas dan karakter permainan yang beragam. Menurutnya, bertahan di Liga Belanda akan mempercepat pematangan taktik dan fisik Hubner, tanpa merendahkan kualitas liga domestik Indonesia.
Statistik dan Kontrak
Berikut rekap performa Hubner pada musim 2025/2026 bersama Fortuna Sittard:
| Musim | Penampilan | Gol | Assist |
|---|---|---|---|
| 2025/2026 | 26 | 2 | 1 |
Hubner masih terikat kontrak dengan klub hingga 30 Juni 2028, yang menunjukkan keinginan Fortuna Sittard untuk mempertahankannya sebagai bek serbaguna.
Rumor Kepindahan ke Super League
Ketidakpastian kepastian keikutsertaan di AFF menimbulkan spekulasi bahwa Hubner dapat dipindahkan ke Super League Indonesia. Salah satu klub yang disebut-sebut serius mengincarnya adalah Garudayaksa FC, berdasarkan postingan akun Instagram @ngapakfootball. Sampai kini belum ada konfirmasi resmi.
Dampak bagi Timnas Indonesia
Jika Hubner absen, pelatih John Herdman harus menyesuaikan formasi pertahanan, mengingat Hubner merupakan salah satu dari lima naturalisasi yang mengisi lini belakang Timnas. Kehilangan pemain berpengalaman di posisi bek dapat memengaruhi stabilitas lini pertahanan Garuda pada fase grup.















Tinggalkan Balasan