Media Kampung – Pembukaan Piala Dunia 2026 akan digelar di Stadion Azteca, Kota Meksiko, pada 11 Juni 2026, mempertemukan tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan. Keputusan Meksiko menjadi tuan rumah laga perdana, bukan Amerika Serikat atau Kanada, didasari kesepakatan ketiga negara tuan rumah bersama dengan FIFA, mengingat Meksiko memiliki sejarah sepak bola terkaya di antara mereka.

Stadion Azteca sendiri merupakan stadion pertama di dunia yang tiga kali menjadi tuan rumah pertandingan pembuka Piala Dunia, setelah sebelumnya pada 1970 dan 1986. Sementara itu, Kanada akan memainkan laga kandangnya melawan Bosnia-Herzegovina di Toronto pada 13 Juni, dan Amerika Serikat menjamu Paraguay di Los Angeles pada hari yang sama.

Namun, persiapan Meksiko diwarnai aksi demonstrasi ribuan guru yang tergabung dalam Coordinadora Nacional de Trabajadores de la Educación (CNTE) pada 10 Juni 2026. Mereka menuntut kenaikan gaji dan pencabutan undang-undang pensiun. Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyebut aksi itu sebagai provokasi untuk menimbulkan kesan ketidakstabilan.

Aparat keamanan memasang blokade beton dan mengerahkan ribuan personel di sekitar Stadion Azteca untuk mencegah demonstran mencapai lokasi pertandingan. Aksi berlangsung damai dan bubar setelah tiga jam. Sheinbaum menegaskan pemerintah akan mengedepankan dialog dan tidak menggunakan tindakan represif, meskipun negosiasi belum mencapai kesepakatan.

Demonstran juga mendirikan tenda protes di Zocalo, zona penggemar Piala Dunia. Pada 1 Juni, polisi sempat membubarkan mereka dengan peluru karet dan gas air mata. CNTE berencana melanjutkan aksi pada hari Kamis dengan melibatkan keluarga korban hilang.

Piala Dunia 2026 yang digelar di 16 kota di tiga negara ini menjadi edisi paling rumit secara logistik. Total 104 pertandingan akan dimainkan oleh 48 tim, menjadikannya Piala Dunia dengan jumlah pertandingan terbanyak sepanjang sejarah. Jadwal lengkap dapat diakses melalui situs resmi FIFA.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.