Media KampungFIFA secara resmi akan menerapkan gestur anti-rasisme pada Piala Dunia 2026. Gestur resmi ini dilakukan dengan menyilangkan pergelangan tangan membentuk huruf X di dada sebagai sinyal kepada wasit bahwa pemain mengalami pelecehan rasial.

Kebijakan ini bertujuan memperkuat perlindungan terhadap pemain dan insan sepak bola. Setelah menerima sinyal, wasit wajib menjalankan prosedur tiga tahap yang telah ditetapkan FIFA.

Tahap pertama berupa penghentian sementara pertandingan disertai peringatan resmi. Jika pelanggaran berlanjut, pemain dan ofisial akan keluar lapangan. Sebagai langkah terakhir, pertandingan dapat dihentikan permanen atau dibatalkan.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyatakan bahwa penerapan gestur No Racism merupakan langkah penting untuk memberdayakan pemain dalam melawan diskriminasi. Mekanisme ini telah mendapat dukungan bulat dari seluruh 211 asosiasi anggota FIFA.

Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen pertama yang sepenuhnya menerapkan kebijakan tersebut sebagai bagian dari kampanye global FIFA melawan rasisme.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.