Media Kampung – Olivia Smith, gelandang berusia 21 tahun asal Whitby, Ontario, Kanada, kembali masuk nominasi untuk penghargaan PFA Young Player of the Year tahun 2026, setelah memenangkan penghargaan tersebut pada tahun sebelumnya. Jika berhasil memenangkan penghargaan ini untuk kedua kalinya secara berturut-turut, Smith akan bergabung dengan jajaran pemain langka yang meraih prestasi serupa dalam sejarah penghargaan ini.
Smith adalah satu-satunya pemain non-Inggris yang pernah memenangkan PFA Young Player of the Year. Penghargaan ini diberikan oleh Professional Footballers’ Association (PFA) Inggris dan diumumkan pada acara gala di Manchester. Lauren Hemp dari Manchester City adalah satu-satunya pemain yang berhasil memenangkan penghargaan tersebut secara beruntun, bahkan tiga kali berturut-turut dari 2019 hingga 2022.
Karier Smith mulai menanjak sejak transfer rekor senilai $1,84 juta dari Liverpool ke Arsenal pada Juli 2025, yang merupakan transfer termahal bagi pemain wanita antar klub Inggris. Dalam musim pertamanya bersama Arsenal, Smith tampil dalam 38 pertandingan di semua kompetisi dan mencetak 10 gol, termasuk gol spektakuler dari jarak jauh saat debutnya di Emirates Stadium, yang membuatnya meraih penghargaan pemain terbaik pertandingan dan gol terbaik bulan di Women’s Super League.
Smith juga mencetak gol pembuka dalam final FIFA Women’s Champions Cup pada Februari 2026, ketika Arsenal mengalahkan Corinthians dengan skor 3-2. Perannya di kancah sepak bola Eropa semakin menonjol setelah sebelumnya bermain di Sporting Portugal pada tahun 2023 dan berkarier di Penn State sebelum itu.
Selain prestasi di level klub, Smith juga telah tampil 23 kali dan mencetak empat gol untuk tim nasional wanita Kanada. Dia dipandang sebagai pemain penting dalam persiapan tim nasional Kanada menghadapi CONCACAF W Championship 2026, yang merupakan ajang kualifikasi menuju Piala Dunia Wanita 2027 di Brasil. Jika Kanada berhasil mengalahkan Panama pada babak perempat final di Mansfield, Texas, pada November 2026, mereka akan langsung lolos ke Piala Dunia. Jika kalah, Kanada masih memiliki kesempatan melalui play-off antar-konfederasi.
Kesuksesan Olivia Smith tidak hanya penting bagi kariernya, tetapi juga menjadi inspirasi bagi pemain muda, khususnya dari Kanada, dalam menembus kompetisi sepak bola wanita papan atas Eropa dan dunia.















Tinggalkan Balasan