Media Kampung – River Plate kembali mengalami kekalahan di kandang sendiri setelah takluk 0-1 dari Rosario Central di Estadio Monumental pada pertandingan tanggal 2 Agustus 2026, yang memperpanjang krisis mereka di Torneo Clausura Liga Profesional Argentina.

Kekalahan ini menjadi yang ketiga berturut-turut bagi River Plate di ajang ini, dengan gol semata wayang yang tercipta akibat gol bunuh diri Nicolás Otamendi. Meski River menunjukkan performa yang lebih kompetitif dibandingkan laga sebelumnya, termasuk menciptakan sejumlah peluang, ketidakefisienan dalam penyelesaian akhir dan keberuntungan yang kurang berpihak menjadikan mereka gagal mendapatkan poin.

Baca juga:

Situasi ini memicu reaksi keras dari para pendukung River yang menyuarakan ketidakpuasan mereka dengan teriakan “que se vayan todos” (semua harus pergi), menuntut perubahan menyeluruh baik di skuad maupun manajemen. Suasana panas semakin terasa ketika beberapa suporter bahkan meminta kembalinya pelatih legendaris Ramón Díaz sebagai solusi atas krisis ini.

Krisis River tidak hanya berdampak pada performa di lapangan, tetapi juga meluas ke aspek institusional klub. Tim yang dilatih Eduardo Coudet ini kini tercatat tanpa poin di klasemen zona B Torneo Clausura, sejajar dengan Sarmiento, dan telah mengalami lima kekalahan beruntun di semua kompetisi, sebuah catatan terburuk sejak tahun 1911.

Baca juga:

Rosario Central, di sisi lain, mampu memanfaatkan peluang dan kekacauan di lini belakang River untuk meraih kemenangan penting yang menempatkan mereka di posisi ketujuh klasemen sementara dengan empat poin. Pertandingan berikutnya akan mempertemukan River melawan Tigre di kandang lawan, sementara Rosario Central menjamu Aldosivi.

Selain tekanan dari hasil buruk, River juga menghadapi kritik dari para pendukung terhadap komisi direksi klub, yang dianggap gagal memberikan solusi dalam menghadapi situasi sulit ini. Hingga kini, baik pelatih Eduardo Coudet maupun pemain tidak memberikan komentar resmi usai pertandingan, menambah ketidakpastian atas arah tim ke depan.

Baca juga:

Dengan tekanan yang semakin meningkat dan performa yang belum membaik, River Plate harus segera menemukan solusi untuk mengakhiri krisis ini demi mempertahankan reputasi dan harapan para penggemar yang setia.