Media KampungDiego Maradona tetap menjadi sosok legendaris yang dikenang dalam dunia sepak bola, terutama setelah penampilan ikonisnya di Piala Dunia 1986 yang kini berusia 40 tahun. Momen tersebut tidak hanya membekas bagi Argentina namun juga bagi para penggemar sepak bola di seluruh dunia. Di sisi lain, nomor jersey 10 yang dikenakan Maradona menjadi simbol kreativitas dan kejeniusan di lapangan hijau, sebuah warisan yang bermula dari sebuah kesalahan administratif pada Piala Dunia 1958.

Maradona dikenang khususnya berkat pertandingan legendaris Argentina melawan Inggris pada babak perempat final Piala Dunia 1986 di Stadion Azteca, Mexico City. Dalam pertandingan itu, Maradona mencetak dua gol yang sangat terkenal, yaitu gol yang dikenal sebagai “Hand of God” yang kontroversial dan gol kedua yang disebut “Goal of the Century,” di mana ia melewati hampir setengah pemain Inggris untuk mencetak gol indah. Kejadian ini tidak hanya menandai salah satu momen paling ikonik dalam sejarah sepak bola, tetapi juga memperkuat status Maradona sebagai legenda Argentina yang tidak tergantikan, bahkan bertahun-tahun setelah wafatnya.

Pengaruh Maradona di Argentina sangatlah besar. Hari 22 Juni diperingati sebagai Hari Pesepak Bola Argentina, menandai ulang tahun momentum penting tersebut. Kecintaan dan penghormatan terhadap Maradona juga terlihat dalam dukungan fans di berbagai ajang, termasuk Piala Dunia 2026, di mana para pendukung Argentina membawa spanduk yang menempatkan Maradona sejajar dengan Lionel Messi dengan kata “simbiosis,” menandakan hubungan erat dan warisan sepak bola yang berkesinambungan antara dua ikon tersebut.

Sementara itu, nomor jersey 10 yang dikenakan Maradona merupakan bagian dari cerita unik di dunia sepak bola. Nomor tersebut, yang kini identik dengan pemain kreatif dan playmaker hebat, sebenarnya bermula dari sebuah kesalahan administratif saat Piala Dunia 1958 di Swedia. Pada turnamen itu, delegasi Brasil terlambat menyerahkan daftar nomor pemain, sehingga seorang pejabat FIFA asal Uruguay secara acak menugaskan nomor mulai dari 1 hingga 22. Secara kebetulan, nomor 10 jatuh pada Edson Arantes do Nascimento atau Pelé yang saat itu baru berusia 17 tahun. Penampilan luar biasa Pelé dengan nomor tersebut kemudian menjadikan nomor 10 sebagai lambang kehebatan dan kreativitas dalam sepak bola, sebuah warisan yang kemudian diemban oleh para legenda termasuk Maradona dan Messi.

Perjalanan nomor 10 dan Maradona menjadi bagian penting dari identitas sepak bola Argentina dan dunia. Kedua elemen ini saling melengkapi dan terus dikenang dalam setiap turnamen besar, termasuk Piala Dunia 2026 yang akan datang. Dengan sejarah panjang dan nilai simbolik yang mendalam, jersey nomor 10 dan sosok Maradona menawarkan inspirasi dan kenangan abadi bagi para penggemar sepak bola di seluruh dunia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.