Media Kampung – Turnamen Polytron Indonesia Open 2026 resmi dimulai di Istora Senayan, Jakarta, pada Selasa (2/6). Sebanyak 21 wakil Indonesia turun bertanding di berbagai sektor, dengan 11 di antaranya langsung berlaga pada hari pertama.

Namun, tantangan berat sudah menanti para wakil tuan rumah sejak babak awal. Tunggal putra muda Alwi Farhan harus menghadapi peringkat 10 dunia asal India, Lakshya Sen, sedangkan unggulan kelima, Jonatan Christie, berhadapan dengan pemain Singapura, Jia Heng Jason Teh. Jika keduanya berhasil melewati babak pertama, mereka berpotensi bertemu di babak kedua.

Di sektor tunggal putri, Putri Kusuma Wardani yang menjadi unggulan kelima akan membuka laga melawan Sung Shuo Yun dari Taiwan. Sementara itu, sektor ganda menghadirkan sejumlah pertandingan menarik dan penuh tekanan.

Pasangan baru Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang menempati unggulan ketiga akan bertemu dengan wakil China, Chen Bo Yang/Liu Yi. Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat harus berjuang keras melawan unggulan kedelapan asal Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi.

Derbi dalam negeri pun terjadi di sektor ganda putri, ketika Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine harus berhadapan dengan rekan senegaranya, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum. Selain itu, Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari akan melawan unggulan kelima dari Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto, sedangkan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti berhadapan dengan unggulan ketiga dari Korea Selatan, Baek Ha-na/Lee So-hee.

Di laga ganda campuran, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil menorehkan kemenangan penting di laga pembuka. Setelah kalah di gim pertama dari pasangan Prancis Julien Maio/Lea Palermo dengan skor 14-21, mereka berhasil bangkit dengan kemenangan 21-19 dan 21-11. Pasangan ini menunjukkan peningkatan performa dengan strategi agresif dan penguasaan tempo yang efektif di gim kedua dan ketiga.

Seluruh pertandingan Indonesia Open 2026 dapat disaksikan melalui aplikasi Vision+, memberikan kesempatan bagi penggemar bulu tangkis untuk mendukung perjuangan para wakil Indonesia dari rumah maupun di Istora Senayan secara langsung.

Meski menjadi tuan rumah dengan dukungan penuh dari publik, Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) memilih untuk tidak memasang target khusus agar tidak memberikan beban berlebihan kepada para pemain. Indonesia memang belum mampu merebut gelar juara di Indonesia Open sejak 2021, sehingga turnamen ini menjadi momentum penting bagi para wakil Garuda untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya di panggung Super 1000 ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.