Media Kampung – Macau Open 2026 menjadi ajang yang penuh tantangan bagi tim bulu tangkis Malaysia, setelah lima wakil mereka harus tersingkir lebih awal dari turnamen bergengsi ini. Sementara itu, Indonesia masih menyisakan harapan besar melalui ganda putra Ali Faathir Rayhan dan Devin Artha Wahyudi yang berhasil melaju ke babak final.
Ali Faathir dan Devin, duo bertangan kidal yang menempati peringkat ke-36 dunia, menunjukkan performa impresif sepanjang turnamen. Mereka berhasil mengalahkan pasangan Malaysia Low Hang Yee dan Ng Eng Cheong dengan skor telak 21-12, 21-12 di semifinal, menandai langkah penting menuju gelar juara Macau Open 2026 yang diadakan di Macau East Asian Games Dome, Cotai, Makau.
Devin Artha Wahyudi menyatakan bahwa persiapan mereka menjelang final lebih berfokus pada pemulihan fisik dan menjaga kondisi mental agar tetap rileks. Ia menegaskan kesiapan menghadapi siapa pun lawan di partai puncak tanpa tekanan berlebihan. Strategi mereka di semifinal yang mengandalkan pola permainan tanpa lob berhasil membuat lawan tertekan dan membuka peluang serangan efektif.
Sementara itu, ganda putra Korea Selatan, Jin Yong dan Lee Jong-min, menjadi lawan tangguh yang akan dihadapi Ali Faathir dan Devin di final. Pasangan Korea Selatan ini menunjukkan dominasi dengan menyingkirkan beberapa pemain unggulan, termasuk wakil Indonesia Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin di babak 16 besar.
Tim Malaysia harus menelan pil pahit karena selain Low Hang Yee dan Ng Eng Cheong, empat wakil lainnya juga gagal melaju jauh dalam turnamen ini. Kegagalan ini menjadi catatan penting bagi Malaysia yang berharap bisa berprestasi di ajang BWF World Tour Super 300 ini.
Ali Faathir mengungkapkan kebahagiaannya bisa mencapai final, mengingat sebelumnya mereka kerap mengalami kekalahan di babak awal. Kesempatan ini menjadi momentum berharga untuk menorehkan sejarah sebagai ganda putra Indonesia kedua yang menjuarai Macau Open setelah Wahyu Nayaka dan Ade Yusuf pada 2017.
Final Macau Open 2026 akan berlangsung pada Minggu, 21 Juni 2026, di Macau East Asian Games Dome, di mana Ali Faathir dan Devin berpeluang membawa pulang gelar juara pertama mereka di level BWF World Tour. Indonesia berharap performa apik pasangan muda ini mampu mengangkat prestasi bulu tangkis nasional di kancah internasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan