Media Kampung – Raih podium di Moto3 Italia, pembalap Malaysia bilang begini menjadi sorotan utama setelah Hakim Danish Ramli sukses mengukir sejarah sebagai pembalap Malaysia ketiga yang mampu meraih podium grand prix (GP) di kelas Moto3. Balapan di Sirkuit Mugello, Italia, pada Minggu (31/5/2026) berlangsung sangat ketat dan penuh persaingan, namun Hakim Danish mampu menunjukkan kualitas dan mental juangnya dengan finis di posisi ketiga.
Pada balapan yang berlangsung selama 17 lap tersebut, Hakim Danish sempat mengalami pasang surut posisi dan turun hingga ke posisi ketujuh. Namun, pembalap muda berusia 18 tahun itu berhasil bangkit dan bersaing sengit hingga akhirnya mendapatkan tempat di podium ketiga, di belakang duo pembalap KTM, Brian Uriarte yang keluar sebagai juara dan Alvaro Carpe yang finis di posisi kedua.
Usai balapan, Hakim Danish mengungkapkan kebahagiaannya atas pencapaian ini. “Saya sangat senang bisa naik podium tahun ini di musim pertama saya di Moto3. Itu adalah mimpi dan saya sudah menunggunya sejak lama. Setelah mencoba berkali-kali, akhirnya saya berhasil,” ujarnya dengan penuh rasa bangga. Podium ini bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga menegaskan posisi Malaysia di arena balap Moto3 yang telah lama ditunggu sejak terakhir kali pembalap negeri jiran ini naik podium pada 2016.
Dalam balapan tersebut, persaingan sangat ketat terutama antara pembalap-pembalap KTM dan Honda. Adrian Fernandez, pembalap Leopard Racing dan adik dari pembalap MotoGP Raul Fernandez, sempat memimpin balapan sejak lap ke-9 hingga tiga lap terakhir, namun akhirnya harus puas finis keempat dengan selisih waktu sangat tipis hanya 0,026 detik dari Hakim Danish di posisi ketiga. Fernandez mengakui kesulitan menghadapi para pembalap KTM yang tampil dominan di Mugello.
Sementara itu, pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, juga menunjukkan performa yang patut diapresiasi dengan finis di posisi kedelapan. Veda yang berasal dari Honda Team Asia harus menjalani pertarungan sengit di tengah kelompok besar pembalap yang saling menyalip sejak awal hingga akhir balapan. “Balapan ini benar-benar menantang karena kelompok pembalapnya sangat besar dan banyak aksi saling menyalip dari lap pertama hingga finis,” ungkap Veda. Dengan hasil ini, Veda tetap bertahan di posisi kelima klasemen sementara Moto3 musim 2026.
Balapan Moto3 Italia 2026 juga menjadi ajang pembuktian bagi Maximo Quiles yang, meskipun gagal meraih podium di Mugello dan finis di luar 10 besar, tetap kokoh di puncak klasemen sementara pembalap Moto3. Sedangkan Hakim Danish dengan hasil podium ketiganya semakin memperkuat posisinya sebagai pembalap muda yang patut diperhitungkan di musim ini.
Secara keseluruhan, balapan di Mugello ini memperlihatkan persaingan sengit dan ketat antara pembalap-pembalap muda yang menunjukkan potensi besar untuk masa depan Moto3. Raih podium di Moto3 Italia, pembalap Malaysia bilang begini, menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, mental kuat, dan ketekunan mampu membawa hasil gemilang di level dunia.
Dengan pencapaian ini, Hakim Danish tidak hanya menorehkan sejarah bagi negaranya, tetapi juga membuka peluang besar untuk karier yang lebih cemerlang di masa depan. Keberhasilan ini juga menjadi motivasi bagi pembalap-pembalap Asia lainnya untuk terus berjuang dan bersaing di ajang balap motor kelas dunia.
Raih podium di Moto3 Italia, pembalap Malaysia bilang begini, menandai babak baru dalam perjalanan Moto3 musim 2026 yang semakin dinamis dan penuh kejutan. Para pecinta balap motor kini menantikan aksi-aksi spektakuler dari pembalap-pembalap muda berbakat di seri-seri berikutnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan