Enam Atlet Indonesia Lolos Final Speed World Climbing Series Madrid

Media Kampung – Jakarta – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh para atlet panjat tebing Indonesia di kancah internasional. Enam Atlet Indonesia Lolos Final Speed World Climbing Series Madrid setelah berhasil menembus babak final kategori kecepatan, dalam kompetisi yang berlangsung di Madrid, Spanyol, pada Minggu, 31 Mei 2026. Keberhasilan ini menunjukkan kualitas dan daya saing tinggi para pemanjat tebing tanah air di level dunia.

Perjalanan Para Atlet Menuju Babak Final

Ajang World Climbing Series Madrid diadakan di kota Alcobendas, Madrid, dengan persaingan yang sangat ketat. Dari delegasi tujuh atlet Indonesia yang bertolak ke Spanyol pada Rabu, 27 Mei 2026, enam di antaranya berhasil melaju ke babak final kategori speed climbing. Mereka terdiri dari tiga atlet putra dan tiga atlet putri yang memperlihatkan performa impresif sepanjang babak kualifikasi.

Atlet Putra yang Mengukir Prestasi

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) resmi mengumumkan tiga atlet putra yang berhasil mengamankan tiket ke final. Veddriq Leonardo tampil luar biasa dengan catatan waktu terbaik 4,92 detik, menempatkannya pada posisi keempat. Diikuti oleh Antasyafi Robby Al Hilmi yang menempati posisi ke-10 dengan waktu 5,04 detik, serta Raharjati Nursamsa yang berada pada peringkat ke-16 dengan waktu 5,13 detik. Sayangnya, Aditya Tri Syahria gagal melaju ke final setelah menempati posisi ke-27 dengan waktu 5,34 detik.

Dominasi Atlet Putri dalam Final Speed

Berbeda dengan tim putra, seluruh wakil putri Indonesia berhasil melaju mulus ke babak final. Tiga atlet putri andalan, yaitu Desak Made Rita Kusuma Dewi, Rajiah Salsabillah, dan Berthdigna Devi Surya Kusuma, masuk dalam jajaran 16 besar nomor kecepatan putri. Desak Made mencatat waktu terbaik 6,58 detik dan berhasil menempati posisi keempat, diikuti Rajiah Salsabillah pada posisi ke-9 dengan waktu 6,81 detik, serta Berthdigna Devi di posisi ke-16 dengan waktu 7,07 detik.

Antusiasme dan Harapan di Babak Final

Babak final yang sangat dinantikan ini berlangsung pada hari yang sama, dengan pertandingan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube World Climbing. Momen ini menjadi kesempatan emas bagi para atlet untuk membuktikan kemampuan terbaiknya dan meraih prestasi lebih gemilang dibandingkan seri kejuaraan dunia sebelumnya. Target tinggi pun dipasang oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia untuk terus mengangkat nama Indonesia di kancah olahraga panjat tebing internasional.

Penutup

Keberhasilan enam atlet Indonesia lolos ke final Speed World Climbing Series Madrid merupakan bukti nyata perkembangan pesat olahraga panjat tebing di Indonesia. Prestasi ini tidak hanya membanggakan bagi para atlet dan pelatih, tetapi juga memberikan semangat baru bagi generasi muda untuk terus menggeluti dan mengembangkan olahraga panjat tebing. Dengan persiapan matang dan dukungan yang berkelanjutan, Indonesia berpeluang besar untuk terus menorehkan prestasi di ajang dunia selanjutnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.