Media Kampung – Tujuh atlet panjat tebing andalan Indonesia bertolak ke Spanyol pada Rabu, 27 Mei 2026, untuk mengikuti World Climbing Series II di Alcobendas, Madrid. Mereka akan bertanding di nomor speed dengan formasi empat atlet putra dan tiga atlet putri.
Tim putra terdiri dari Veddriq Leonardo, Antasyafi Robby Al Hilmi, Raharjati Nursamsa, dan Aditya Tri Syahria, sementara tim putri diperkuat oleh Desak Made Rita Kusuma Dewi, Rajiah Salsabillah, dan Berthdigna Devi Surya Kusuma. Satu atlet putra lainnya, Kiromal Katibin, tidak diberangkatkan karena cedera.
Pelatih Galar Pandu Asmoro menyatakan bahwa target tim adalah tampil lebih baik dibandingkan World Climbing Series I yang digelar di Wujiang, Tiongkok, di mana Indonesia hanya meraih satu medali perunggu melalui Desak Made Rita. Kejuaraan di Madrid ini menjadi ajang penting untuk persiapan Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang.
Galar menegaskan para atlet terus berlatih keras untuk mengejar ketertinggalan dari pesaing yang semakin kompetitif. Ia juga berharap Desak Made Rita mampu meningkatkan performanya dan kembali meraih medali emas di Spanyol.
Tim pelatih akan memantau perkembangan para atlet selama kejuaraan dan memberikan arahan terbaik guna memaksimalkan hasil. Keikutsertaan dalam World Climbing Series ini merupakan bagian dari strategi pengembangan prestasi panjat tebing nasional menjelang ajang olahraga terbesar di Asia tersebut.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan