Media KampungCuracao mencetak sejarah sebagai negara terkecil yang lolos ke putaran final Piala Dunia 2026, siap menantang dunia dengan perpaduan bakat Karibia dan disiplin Eropa. Berada di peringkat ke-82 FIFA, tim nasional yang dikenal dengan julukan Blue Wave ini menampilkan performa gemilang dalam kualifikasi, terutama saat menyingkirkan Jamaika dalam laga penentuan tiket ke Piala Dunia.

Negara konstituen Kerajaan Belanda di Karibia ini pertama kali mengikuti kualifikasi Piala Dunia pada edisi Brasil 2014. Keberhasilan mereka tidak lepas dari kontribusi pemain keturunan Curacao yang berkarier di Belanda, menjadikan tim ini kekuatan baru di kawasan Concacaf. Pada kualifikasi Piala Dunia 2026, Curacao menunjukkan peningkatan signifikan dengan mengandalkan ketangguhan barisan pertahanan dan kiper veteran Eloy Room.

Pelatih Dick Advocaat, sosok berpengalaman asal Belanda yang pernah membawa negaranya ke perempat final Piala Dunia 1994 dan memimpin Korea Selatan di Piala Dunia 2006, kembali menukangi Curacao setelah sempat mengundurkan diri pada Februari 2026. Pada usianya yang sudah 78 tahun, Advocaat berpeluang menjadi pelatih tertua yang memimpin tim di Piala Dunia, melewati rekor sebelumnya.

Curacao, dengan populasi sekitar 150 ribu jiwa, berhasil menarik perhatian dunia sepak bola berkat pencapaian luar biasa ini. Tim ini akan menghadapi lawan berat seperti Jerman, Ekuador, dan Pantai Gading dalam grup mereka di putaran final Piala Dunia 2026. Skuad Blue Wave terdiri dari 26 pemain yang banyak berkarier di klub Eropa, termasuk nama-nama seperti Tahith Chong, Sontje Hansen, dan Jurgen Locadia.

Jadwal pertandingan Curacao di Piala Dunia 2026 dimulai pada 15 Juni melawan Jerman, kemudian melawan Ekuador pada 21 Juni, dan ditutup melawan Pantai Gading pada 26 Juni. Keberhasilan ini menjadi capaian luar biasa bagi negara kecil tersebut dan menambah warna baru di panggung sepak bola dunia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.